Mengupayakan Ramadan yang Lebih Bernilai dan Bermakna
- 20 Feb 2026 06:18 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun – Puasa Ramadan merupakan aktifitas tahunan, yang akan dijumpai oleh umat muslim disetiap tahun. Bulan Ramadan merupakan bulan ke-9 dalam kalender hijriyyah. Lalu bagaimana Ramadan menjadi berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana Ramadan tidak hanya rutinitas yang biasa melainkan memiliki makna dan memiliki nilai disisi Allah SWT
“Sebagaimana tujuan dari diwajibkannya berpuasa seperti yang telah Allah firman kan dalam Alquran Surah Albaqoroh ayat 83. Ayat ini sederhana, tetapi esensinya luar biasa. Karena yang diseru yang diajak dalam ayat ini adalah orang yang beriman saja. Bukan semua manusia”. Dikatakan Ustadz Drs. Suyono, M.Pd yang merupakan Direktur AL Islam Kemuhammadiyahan UMMAD saat menjadi narasumber acara Mutiara Pagi di PRO 1 RRI Madiun, Jumat 20 Februari 2026.
Tujuan diwajibkannya berpuasa bagi umat muslim yang beriman adalah bagaimana membentuk pribadi yang lebih bertaqwa. Derajat taqwa adalah derajat tertinggi dan terbaik disisi Allah SWT. Dengan demikian umat muslim wajib mengupayakan puasa menjadi bermakna dan bernilai agar tujuan diwajibkannya puasa ramadan dapat tercapai
Menurut Ustadz Suyono, langkah pertama agar ibadah puasa lebih bermakna dan bernilai adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah sholat. Setelah melaksanakan sholat wajib maka umat muslim harus berusaha dengan maksimal untuk melaksanakan sholat sunnah. Misalnya melaksanakan sholat sunnah rawatib, sholat sunnah dhuha, malamnya sholat sunnah tawarih. Sebelum sahur sholat sunnah tahajud, hajat, taubat,tasbih dan sebagainya
“Yang kedua jika kita mencontoh Rasulullah dan para sahabat adalah sesering mungkin berinteraksi dengan Alquran. Dimulai dengan membaca Alquran, tahsin alquran dan mengkaji tafsir Alquran. Selanjutnya memahami dan mengamalkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari” Ujar ustadz Suyono
| Baca juga: Jangan Biarkan Ramadhan Berlalu Sia-sia! |
Yang ke-3, dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas ramadan adalah dengan meningkatkan infaq shodaqoh sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Selain dengan uang, kita bisa memaksimalkan fikiran dan tenaga untuk menghidupkan masjid dan musholla disekitar.
Diakhir dialog Mutiara Pagi, Ustadz Suyono mengajak umat Islam untuk bersama-sama meningkatkan nila dan makna dari Ramadan. Ia juga mengajak agar Ramadan tahun ini jangan sampai terdegradasi nilai dan maknanya dari tahun lalu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....