Nilai Spiritual dan Nilai Kemanusiaan Dari Ibadah Puasa.

  • 29 Mar 2025 22:14 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Ramadan merupakan bulan madrasah atau bulan tarbiyah karena dalam bulan ramadan banyak sekali diajarkan untuk lebih berempati, sabar, belajar jujur, bagaimana meningkatkan ketakwaan, dan lain sebagainya. Selain itu, target yang hendak diperoleh dari menjalankan ibadah puasa yaitu mencapai derajat ketakwaan, seperti dalam firman Allah SWT, dalam surah Al- Baqarah ayat 183 :

yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Dalam program ‘TAKJIL: Tanya Jawab Islami’ di PRO 1 RRI Madiun, Dra. Muftiati Sholihah, M.Pd memaparkan bahwa dari surah Al- Baqarah ayat 183 tadi tentunya puasa memiliki 4 dimensi nilai spiritual maupun kemanusiaan. Kedua nilai tersebut tentu bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari- hari.

“Pertama, ibadah puasa ditujukan untuk umat Islam, atau orang yang beriman, kemudian yang kedua, ibadah puasa sebagai sebuah kewajiban,” ungkap Bunda Mufti, sapaan akrab nya.

“Sedangkan yang ketiga, ibadah puasa bahkan telah dilaksanakan sebelum datang Islam. Terakhir, ibadah puasa memiliki tujuan akhir untuk meraih gelar taqwa,” jelasnya kepada RRI Madiun, Kamis, 27 Maret 2025 .

Lantas, nilai spiritual yang terkandung ketika menjalankan ibadah puasa diantaranya sebagai berikut:

- Merefleksikan keimanan

Puasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus semata, melainkan melatih arti kesabaran itu sendiri dalam semua aspek kehidupan.

- Meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.

Dengan banyak bersyukur, maka hal ini akan memberikan kekuatan secara batiniah

- Berpuasa, membangkitkan semangat spiritual

Ibadah puasa menjadi sekolah rohani kearena mengajarkan untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, rasa ingin berbagi terhadap sesama untuk meraih berkah dan rida Allah SWT.

- Sarana meraih takwa

Berpuasa juga melatih kesabaran maupun ketabahan, seperti halnya saat menanti waktu berbuka puasa.

- Mengharapkan Lailatul Qadar.

Ingin memperoleh ketenangan dan kebaikan- kebaikan dalam 10 malam hari terkahir ramadan.

Kemudian dari ibadah puasa, adapun nilai kemanusiaan yang hadir di dalamnya, sebagai berikut:

- Mempererat tali silaturahmi antara umat manusia, salah satu contohnya saat berbuka puasa.

- Melatih hidup sederhana. Sederhana disini lebih dimana dengan berpuasa kondisi perut yang kosong, kita akan merasakan bagaimana sebagian dari saudara- saudara kita merasakan kekurangan untuk makan. Belum lagi ketika saat berbuka puasa untuk bisa merasa cukup dan tidak berlebihan dalam hal mengonsumsi makanan, karena kita sering kali merasa lebih cepat kenyang. Sehingga dengan begitu lebih melatih hidup dalam kesederhanaan dalam semua aspek kehidupan.

- Berhati- hati dalam berbuat apapun. Seperti halnya menjaga lisan agar tidak menyakiti hati orang lain, sehingga berusaha untuk nisa mengendalikan perkataan dan perbuatan.

- Membangkitkan kepedulian terhadap sesama. Misalnya dengan bersedekah dan menunaikan zakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....