Jenis-jenis Zikir
- 29 Mar 2025 10:41 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Zikir merupakan cara untuk menyebut atau mengingat nama Allah SWT setiap saat, melalui lisan dan hati. Tentu melalui zikir pula, menjadi cara kita yang memiliki tujuan guna lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Allah SWT melalui Rasul-Nya juga sudah memberikan perintah kepada hamba-Nya untuk senantiasa memperbanyak berzikir dan berdoa. Seperti dalam surah Al-Ahzab ayat ke- 41, yang berarti sebagai berikut:
“Wahai orang- orang yang beriman ! Ingatlah kepada Allah, dengan mengingat (nama-Nya) sebanyak- banyaknya.” (QS.Al-Ahzab: 41)
| Baca juga: Ramadan, Saatnya Menyehatkan Tubuh dan Jiwa |
Dalam buku berjudul “Panduan Salat, Zikir, & Doa Praktis Sehari- Hari karya M.Fadhil Rahmi,Lc., menyebutkan pula dalil dari As-Sunnah. Rasulullah SAW bersabda, “Maukah aku tunjukkan sebuah perbuatan yang paling baik, paling suci, di sisi Allah, dan dapat mengangkat derajatmu? Ia lebih baik bagimu daripada bertemu dengan musuhmu, lalu kamu penggal lehernya atau sebaliknya?.
Sahabat yang hadir pun menjawab, “Mau wahai Rasulullah !”. Lantas Beliau kembali bersabda, “Zikir kepada Allah Yang Maha Tinggi,”. (HR. Tirmidzi, hadis sahih).
Sedangkan zikir ada tiga jenis, sebagai berikut:
1. Zikir Jali, yaitu perbuatan mengingat Allah SWT dalam bentuk ucapan lisan, yang mengandung arti pujian, rasa syukur, dan doa kepada Allah. Selain itu, zikir ini juga diucapkan dengan suara jelas, untuk menuntun gerakan hati, seperti mengucapkan tahlil, tasbih, takbir dan membaca Al-Qur’an serta doa.
2. Zikir Khafi, dilakukan dengan khusyuk oleh ingatan hati, baik disertai zikir lisan maupun tidak. Seringkali akan merasakan kehadiran Allah SWT kapan pun dan dimana saja.
3. Zikir Haqiqi, dilakukan seluruh jiwa raga, dimana saja dan kapan saja, dengan memperketat upaya guna memelihara seluruh jiwa raga dari larangan-Nya dan mengerjakan apa yang diperintahkan Allah SWT.
Sedangkan bacaan zikir seperti basmalah merupakan amalan mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim. Selain sebagai bentuk untuk senantiasa mengingat Allah, basmalah juga dilafalkan saat setiap akan menjalankan atau melakukan sesuatu.
Kemudian bacaan tahmid, atau hamdalah yakni “Alhamdulillah” yang berarti segala puji bagi Allah SWT. Tahmid diucapkan sebagai rasa syukur kita atas suatu nikmat yang didapat, maupun setiap kali mengakhiri sesuatu yang telah dikerjakan.
Memohon ampunan Allah SWT melalui istighfar, yakni dengan melafalkan “Astagfirullah Al Adzim” yang berarti “aku memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung”. Selain itu juga dengan bertasbih dengan mengucapkan “Subhaanal malikil qudduus” yang berarti “Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan”. Tasbih juga sebagai ungkapan kita terhadap kebesaran-Nya.
Selanjutnya, Takbir yang merupakan zikir dimana mengandung ungkapan memuliakan dan membesarkan nama Allah SWT. Dzikir takbir sering diucapkan dalam berbagai acara keagamaan, seperti ketika menyambut datangnya hari raya, dengan melafalkan “Allahu akbar”.
Adapun zikir tahlil, sebagai bagian dari kalimat syahadat, dan bermakna bahwa tiada Tuhan selain Allah yang patut untuk disembah. “Laailaaha Illallah” yang berarti “Tiada Tuhan selain Allah”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....