Benarkah Tidurnya Orang Berpuasa Adalah Ibadah??Ini Penjelasnnya

  • 16 Mar 2025 13:08 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Dalam bulan Ramadan, banyak umat Muslim yang memperbanyak ibadah, termasuk puasa, sholat, dan membaca Al-Qur'an untuk memperoleh pahala berlipat ganda dan keberkahan dari Allah SWT. Namun, ada satu ungkapan yang sering terdengar, yaitu "Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah"

Benarkah ungkapan tersebut???

Ustadz Irfan Ma'ruf Maulana, S.Pd.I, menjelaskan bahwa informasi ini banyak tersebar di banyak tempat seperti internet, media sosial dan ceramah-ceramah. ungkapan tersebut berasal dari hadits yang berbunyi:

"Tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, doanya dikabulkan, dan amalnya dilipatgandakan." (HR. Al-Baihaqi).

Namun, Ustadz Irfan menegaskan bahwa hadits ini dikategorikan sebagai hadits dhaif (lemah) oleh sebagian ulama. Meski begitu, maknanya tetap dapat dipahami dalam konteks kebaikan selama berpuasa.

"Hadist yang diriwayatkan baihaqi ini, beliau sendiri menilai ini dhaif atau lemah. Karena memang ada beberapa perawi disitu yang memang tidak fikoh istilah bahasa arabnya tidak terpercaya sehingga tidak bisa dijadikan dasar. Tidur bisa menjadi ibadah jika diniatkan dengan benar untuk menjaga energi agar kuat menjalankan ibadah lainnya. Namun, bukan berarti sepanjang hari tidur dan meninggalkan kewajiban," jelas Ustadz Irfan

Ustadz irfan menekankan bahwa Ramadhan adalah waktu untuk meningkatkan amal ibadah, bukan hanya tidur. Jika tidur sampai melupakan sholat, menghindari tanggung jawab, atau bermalas-malasan, maka itu bukan ibadah, melainkan kelalaian.

"Yang utama dalam puasa adalah menahan diri, memperbanyak amal shaleh, dan mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat. Tidur memang dapat memberikan pahala, tetapi jangan sampai menghabiskan Ramadhan hanya dengan tidur tanpa amal, bahkan tidur berlebihan dan melampaui batasnya" tambahnya.

Oleh karena itu, Ustadz Irfan mengajak umat Muslim untuk tetap produktif selama Ramadan. Tidur yang cukup tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan ibadah, bekerja, dan aktivitas yang bermanfaat agar mendapatkan berkah maksimal dari bulan suci ini.

"Kita seharian memiliki 24 jam hendaknya kita pintar-pintar membagi waktu. Kapan untuk bekerja, menjalankan ibadah dan kapan waktu tidur atau istirahat. Bila tidur sampai dengan mengabaikan ibadah seperti halnya shalat berarti tidur bukan lagi sebagai ibadah tetapi tercela atau bahkan bisa berbuah dosa", jelas Ustadz Irfan, di acara Tauladan Pro 2 RRI Madiun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....