Rugi! Celaka Bagi Orang Yang Mengabaikan Ramadan
- 12 Mar 2025 03:31 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Bulan Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan ampunan, yang diwajibkan bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, di tengah kekhusyukan dan keutamaan bulan suci ini, ada segelintir orang yang memilih untuk mengabaikan puasa Ramadan. Dalam program SABAR (Sahur Barokah) Ustaz Shofar S.Pd.I.,SM, memberikan pandangannya mengenai kerugian dan konsekuensi bagi orang yang mengabaikan Ramadan.
Menurut Ustaz Shofar, Ramadan adalah bulan yang sangat istimewa dalam ajaran Islam. Selain puasa, bulan ini juga penuh dengan berbagai amalan mulia yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Mengabaikan puasa Ramadan adalah sebuah tindakan yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga bisa mendatangkan celaka baik di dunia maupun di akhirat,” ujar Ustaz Shofar, Rabu (12/3/2025).
Ustaz Shofar menjelaskan, dalam Al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad SAW, Ramadan disebut sebagai bulan yang penuh ampunan, rahmat, dan berkah.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda: "Barang siapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." (HR. Bukhari dan Muslim). Selama 1 tahun, berapa dosa yang diperbuat manusia, adakah mereka pernah menghitungnya?Maka di Bulan Ramadan ini, bulan yang penuh ampunan, sesungguhnya Allah memberikan pengampunan dan keberkahan pada hambaNya.
| Baca juga: Dua Kebahagiaan Orang Berpuasa Ramadhan |
"Puasa Ramadan tidak hanya merupakan kewajiban, tetapi juga kesempatan emas untuk membersihkan diri dari dosa-dosa dan meningkatkan ketakwaan kepada Allah," kata Ustaz Shofar.
Namun, ketika seseorang memilih untuk mengabaikan Ramadan, ia tidak hanya kehilangan pahala besar, tetapi juga mendatangkan kerugian spiritual yang besar. Termasuk hal-hal yang baik yang dilakukan selama Ramadan, Allah lipatgandakan pahala pada umatNya Dalam pandangan Ustaz Shofar, mengabaikan puasa Ramadan dapat dipandang sebagai tindakan yang merugikan diri sendiri dalam jangka panjang.
"Celaka di dunia bisa datang dalam bentuk kesulitan, kegagalan, atau ketidakberkahan dalam hidup. Namun yang lebih mengerikan adalah celaka di akhirat, di mana orang yang mengabaikan puasa Ramadan bisa mendapatkan hukuman yang berat," jelasnya.
Menurut Ustaz Shofar, salah satu bahaya besar bagi orang yang tidak berpuasa adalah kehilangan pahala yang sangat besar. “Puasa Ramadan adalah salah satu rukun Islam yang diwajibkan bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat. Jika seseorang sengaja meninggalkan puasa tanpa alasan yang sah, maka dia telah mengabaikan salah satu pilar agama Islam yang dapat mendatangkan keberkahan di dunia dan akhirat,” ujarnya.
Ustaz Shofar menjelaskan, "Orang yang tidak menjalankan ibadah puasa, terutama di bulan Ramadan, bisa kehilangan kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama, beramal saleh, dan memperbanyak ibadah." Hal ini dapat menyebabkan seseorang merasa terisolasi secara spiritual, karena Ramadan adalah bulan yang penuh dengan kebersamaan dalam beribadah, baik di masjid, saat berbuka puasa, maupun dalam berdoa.
Tidak hanya itu, seseorang yang mengabaikan puasa Ramadan juga berisiko menjadi pribadi yang kurang disiplin dan tidak dapat mengendalikan hawa nafsu, karena puasa Ramadan adalah cara untuk melatih kesabaran, pengendalian diri, dan keteguhan hati.
Ustaz Shofar menegaskan bahwa orang yang mengabaikan Ramadan tanpa alasan yang sah, seperti sakit atau bepergian, berada dalam posisi yang sangat merugi.
"Dalam syariat Islam, meninggalkan puasa tanpa alasan yang dibenarkan bisa menyebabkan seseorang berdosa besar. Hukuman bagi orang tersebut bisa berupa kewajiban untuk membayar fidyah atau bahkan kafarat, tergantung pada kondisi dan niatnya."
Namun, Ustaz Shofar juga mengingatkan, jika seseorang merasa telah mengabaikan Ramadan di masa lalu, pintu taubat selalu terbuka lebar.
"Allah SWT itu Maha Pengampun. Seseorang yang bertaubat dengan sungguh-sungguh, memohon ampun atas kelalaiannya, masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan ampunan-Nya." Ustaz Shofar mengajak umat Islam untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada di bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya.
"Marilah kita jaga amal ibadah kita, mumpung Ramadan masih belum usai, tingkatkan kualitas puasa kita, dan jangan biarkan diri kita merugi dengan mengabaikan bulan yang penuh berkah ini," ujarnya
Ia juga memberikan tips untuk tetap semangat dalam menjalani puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadan, seperti memperbanyak doa, memperbaiki niat, dan menjaga kekhusyukan dalam beribadah.
“Ramadan adalah hadiah dari Allah yang penuh dengan kesempatan untuk mendapatkan ampunan dan pahala berlipat. Jangan sia-siakan kesempatan emas ini,” pesan Ustaz Shofar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....