Faktor Psikologis dalam Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Madiun
- 17 Sep 2025 07:03 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Talkshow inspiratif digelar dengan menghadirkan narasumber Psikolog dari Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Kampus Madiun, Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog di Hotel Aston, Ballroom Bima Kota Madiun.
Acara ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya baca di kalangan masyarakat sekaligus menguatkan peran pojok baca sebagai sarana peningkatan literasi.
Talkshow yang dihadiri oleh para pelajar, pegiat literasi, komunitas literasi ini berlangsung interaktif. Moderator menggali pandangan psikologis dari narasumber dengan beberapa pertanyaan kunci yang berkaitan dengan faktor psikologis dan strategi efektif dalam menumbuhkan minat baca.
Salah satu pertanyaan utama yang diajukan adalah mengenai faktor psikologis apa saja yang membuat orang mau membaca. Menanggapi hal tersebut, Robik Anwar Dani menjelaskan bahwa minat baca erat kaitannya dengan motivasi intrinsik dan ekstrinsik.
“Motivasi intrinsik muncul dari rasa ingin tahu, kebutuhan akan informasi, serta kesenangan pribadi ketika membaca. Sedangkan motivasi ekstrinsik bisa datang dari dorongan lingkungan, seperti peran keluarga, guru, hingga fasilitas yang mendukung, termasuk keberadaan pojok baca,” jelasnya, Selasa (16/9/2025).
Sementara itu terkait strategi psikologis agar pojok baca efektif dalam meningkatkan minat baca, Robik menegaskan bahwa desain lingkungan memiliki peran penting dalam psikologi membaca.
“Pojok baca sebaiknya dibuat nyaman, ramah, penuh warna, serta mudah diakses. Selain itu, perlu adanya stimulus psikologis seperti menghadirkan buku-buku yang sesuai minat anak dan remaja, serta adanya interaksi sosial seperti kegiatan membaca bersama. Hal ini dapat meningkatkan keterikatan emosional terhadap kegiatan membaca. Kemudian pemilihan warna, desaign pojok baca juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang mampir untuk membaca,” ungkapnya.
Tidak kalah menarik, pembahasan juga menyentuh pertanyaan mengenai kapan anak mulai dikenalkan dengan buku.
Robik menyarankan agar buku sudah mulai dikenalkan sejak usia dini, bahkan sebelum anak bisa membaca.
“Pada usia balita, anak sudah bisa dikenalkan dengan buku bergambar. Proses ini bukan hanya untuk melatih keterampilan bahasa, tetapi juga menumbuhkan asosiasi positif bahwa buku adalah sesuatu yang menyenangkan,” katanya.
Ditanya mengenai strategi mengenalkan budaya baca pada anak, Robik menekankan pentingnya keteladanan dari orang tua.
“Anak belajar dari meniru. Jika orang tua membiasakan diri membaca, anak akan melihat dan mencontoh. Selain itu, membacakan cerita sebelum tidur, membuat jadwal membaca keluarga, dan memanfaatkan pojok baca di rumah maupun fasilitas umum adalah strategi efektif untuk membangun budaya baca sejak dini,” pungkasnya.
Dengan semangat bersama untuk terus menghidupkan budaya literasi di Madiun, Robik berharap minat baca anak akan terus berkembang. Melalui sinergi antara psikolog, pendidik, orang tua, dan pemerintah, diharapkan momentum Bulan Gemar Membaca dan Hari Kunjung Perpustakaan 2025 menjadi pijakan untuk menciptakan generasi literat yang cerdas, kritis, dan berkarakter.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....