Jaga Rasa dan Pelayanan, Strategi Martabak Wibisono Bertahan ditengah Persaingan
- 11 Jul 2026 12:45 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Persaingan bisnis kuliner di Kota Madiun semakin ketat seiring bertambahnya pelaku usaha yang menawarkan berbagai inovasi produk. Di tengah kondisi tersebut, Martabak Wibisono tetap mampu mempertahankan eksistensinya dengan mengandalkan kualitas produk, pelayanan ramah, serta pemasaran berbasis digital.
Strategi tersebut diungkapkan Owner Martabak Wibisono, Dimas Bagus Trianangga, saat menjadi narasumber dalam program UMKM Bicara Pro 1 RRI Madiun belum lama ini. Menurutnya, setiap pelaku usaha harus memiliki pembeda agar mampu bersaing dengan kompetitor yang menawarkan produk serupa.
"Yang pertama kita harus punya ciri khas sendiri. Isian kami lebih banyak, bumbunya premium, dan pelayanannya juga harus ramah. Orang datang bukan hanya karena produknya, tetapi juga karena pelayanannya," ujar Dimas.
Ia menjelaskan, Martabak Wibisono terus mempertahankan kualitas bahan baku, baik untuk martabak telur maupun terang bulan. Untuk varian manis, penggunaan butter yang melimpah menjadi salah satu ciri khas yang membedakan produknya dengan kompetitor. Sementara untuk martabak telur, penggunaan isian ayam dan sapi dengan bumbu premium menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
Selain menjaga kualitas rasa, Dimas juga memanfaatkan berbagai platform pemesanan daring seperti GoFood, GrabFood, ShopeeFood, dan Maxim Food. Menurutnya, pemasaran digital menjadi strategi penting untuk menjangkau konsumen yang kini lebih memilih memesan makanan secara online.
Ia mengatakan, promosi melalui aplikasi tidak hanya dilakukan dengan memberikan potongan harga, tetapi juga memperkuat branding agar produk mudah ditemukan oleh calon pembeli.
"Kita tetap mempertahankan ciri khas rasa kita sendiri. Inovasi pasti ada, tetapi tidak semua tren harus diikuti. Yang penting kualitas dan identitas produk tetap terjaga," jelasnya.
Dimas menambahkan, sebelum membuka cabang baru, dirinya selalu melakukan riset terhadap kondisi pasar dan mempelajari kekuatan maupun kelemahan kompetitor. Langkah tersebut dilakukan agar strategi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan pasar di setiap lokasi.
Melalui kombinasi kualitas produk, pelayanan yang baik, serta strategi pemasaran digital, Martabak Wibisono kini berhasil berkembang hingga memiliki tiga cabang di Kota Madiun. Dimas berharap pelaku UMKM lainnya juga terus berinovasi tanpa meninggalkan identitas produknya agar mampu bertahan di tengah persaingan usaha yang semakin kompetitif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....