Asam yang Menguntungkan: Kisah UMKM Asinan Kuah Lemon Menembus Pasar

  • 11 Mei 2026 16:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Di tengah maraknya persaingan usaha kuliner rumahan, semangat perempuan muda bernama Rahmita Rizky Fauziah atau yang akrab disapa Mita menjadi inspirasi tersendiri. Meski berstatus ibu dari dua anak, Mita tetap mampu menjalankan bisnis kuliner yang kini mulai dikenal pelanggan, yakni asinan kuah lemon dengan cita rasa segar dan berbeda.

Perjalanan bisnis Mita dimulai setelah dirinya kembali ke Madiun. Sebelumnya, ia sempat tinggal di Gresik mengikuti sang suami.

Saat kembali ke kampung halaman, Mita melihat peluang usaha makanan segar yang digemari berbagai kalangan. Dari situlah muncul ide merintis usaha asinan kuah lemon yang kini telah berjalan selama dua bulan terakhir.

“Awalnya saya ingin punya usaha sendiri yang bisa dijalankan dari rumah sambil tetap mengurus anak. Akhirnya mencoba membuat asinan kuah lemon dengan rasa yang segar dan ternyata respons pembeli cukup bagus,” ujar Mita, Senin, (11/5/2026).

Berbeda dari asinan pada umumnya, produk buatan Mita menggunakan buah premium sehingga rasa yang dihasilkan lebih segar dan berkualitas. Perpaduan rasa asam, manis, pedas, dan perasan buah lemon menjadi ciri khas yang membuat pelanggannya kembali membeli.

Untuk harga, Mita menawarkan asinan dalam dua ukuran. Kemasan 500 mililiter dijual seharga Rp20 ribu, sedangkan kemasan 600 mililiter dibanderol Rp25 ribu. Selain asinan, ia juga menjual sambal rujak dalam kemasan botol dengan harga Rp15 ribu.

Meski bisnisnya masih tergolong baru, Mita mengaku tantangan terbesar datang dari persaingan usaha kuliner yang semakin kompetitif. Banyaknya penjual makanan serupa membuat dirinya harus terus menjaga kualitas rasa dan pelayanan kepada pelanggan.

“Kalau bersaing pasti ada, apalagi sekarang jualan makanan sangat banyak. Jadi saya berusaha menjaga kualitas buah dan rasa supaya pelanggan puas,” katanya.

Menjalani bisnis sambil mengurus dua anak tentu bukan hal mudah. Namun Mita memiliki cara tersendiri agar keduanya tetap berjalan seimbang.

Ia mengatur waktu produksi saat anak-anak sudah berangkat sekolah dan memanfaatkan waktu luang untuk promosi melalui media sosial terutama Tik Tok. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama bagi ibu rumah tangga yang ingin tetap produktif.

Selain itu, dukungan keluarga juga sangat membantu dalam menjaga semangat berusaha.

“Capek pasti ada, tapi saya percaya perempuan tetap bisa produktif meski punya anak. Yang penting pintar mengatur waktu dan jangan mudah menyerah,” ungkapnya.

Dalam menjalani usaha, Mita juga memiliki prinsip yang selalu dipegang ketika menghadapi masa sulit, terutama saat dagangan belum habis terjual. Ia memilih untuk tetap bersyukur dan bersedekah kepada orang sekitar.

“Kalau dagangan tidak laku, saya biasanya sedekahkan. Saya percaya rezeki tidak akan tertukar dan sedekah justru membuka jalan rezeki lainnya,” tuturnya.

Kini, usaha asinan kuah lemon milik Mita perlahan mulai dikenal masyarakat. Dengan semangat dan ketekunan, ia berharap bisnis kecil yang dirintis dari rumah tersebut dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi ibu rumah tangga lainnya untuk berani memulai usaha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....