Berawal dari Menu MPASI Anak, Ibu Dua Anak Sukses Rintis Usaha Banana Bread

  • 08 Jun 2026 19:45 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Berawal dari dapur rumah dan kecintaan pada dunia kuliner, seorang ibu rumah tangga bernama Khoirunnida Husni Fajarria berhasil mengembangkan usaha rumahan yang kini mulai dikenal para pecinta kudapan manis. Melalui brand My Sweet Loaf, perempuan yang akrab disapa Dida ini menghadirkan berbagai produk olahan bakery dan minuman, dengan banana bread sebagai produk unggulannya.

Dida mengawali perjalanan bisnisnya pada Oktober 2025. Di tengah kesibukannya sebagai ibu dari dua anak, ia memutuskan untuk mengembangkan resep yang telah lama menjadi favorit anaknya. Menariknya, resep banana bread yang kini menjadi andalan My Sweet Loaf ternyata berawal dari inspirasi menu Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang dibuatnya untuk sang anak pada tahun 2019.

“Awalnya saya sering membuat olahan pisang untuk kebutuhan MPASI anak. Dari situ saya terus bereksperimen hingga menemukan resep banana bread yang cocok dan disukai keluarga. Seiring waktu, saya melihat peluang untuk mengembangkannya menjadi usaha,” ujar Dida, Senin (8/6/2026).

Dalam menjalankan bisnisnya, Dida tidak bekerja sendiri. Ia dibantu oleh sang suami yang turut berperan dalam pengelolaan usaha, mulai dari produksi hingga pelayanan pelanggan.

Kolaborasi keduanya menjadi kekuatan utama dalam membangun My Sweet Loaf dari skala rumahan hingga mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Saat ini, My Sweet Loaf menawarkan beberapa pilihan produk, antara lain banana bread, tiramisu, brownies dan kopi.

Namun, banana bread tetap menjadi produk yang paling banyak diminati pelanggan. Untuk menjangkau berbagai kalangan, My Sweet Loaf mematok harga yang terjangkau.

Produk banana bread dijual mulai dari Rp15.000 per potong, sementara untuk ukuran loyang besar dibanderol hingga Rp60.000. Di antara berbagai varian yang tersedia, produk best seller adalah banana bread dengan topping premium yang memadukan walnut, almond, chestnut, dan kismis dalam satu sajian.

Varian ini menjadi favorit pelanggan karena menawarkan perpaduan tekstur dan rasa yang kaya. Banana bread premium tersebut dijual dengan harga Rp20.000 per potong.

Menurut Dida, kualitas bahan baku dan konsistensi rasa menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pelanggan. Di tengah tantangan ekonomi dan fluktuasi harga bahan baku akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, ia tetap berupaya mempertahankan kualitas produk yang ditawarkan.

“Bagi saya, pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli kepercayaan. Karena itu kualitas harus tetap dijaga,” katanya.

Sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang masih terus berkembang, Dida juga membagikan pesan kepada para pengusaha yang baru memulai bisnis. Ia menekankan pentingnya membangun trust atau kepercayaan sebagai fondasi utama dalam menjalankan usaha.

Menurutnya, kepercayaan pelanggan akan menjadi modal berharga untuk menciptakan hubungan jangka panjang dan mendorong terjadinya repeat order.

“Untuk teman-teman UMKM yang baru merintis, peganglah trust sebagai landasan bisnis. Ketika pelanggan percaya, mereka akan kembali membeli produk kita. Kepercayaan itu jauh lebih berharga daripada keuntungan sesaat,” pesannya.

Dida membuktikan bahwa ide sederhana yang lahir dari kebutuhan keluarga dapat berkembang menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Melalui My Sweet Loaf, ia berharap dapat terus menghadirkan produk berkualitas sekaligus menginspirasi lebih banyak ibu rumah tangga untuk berani memulai usaha dari potensi yang dimiliki.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....