Kudapan Jadul, Rasa Mantul: Petholo Estetik, Cuan Melirik
- 18 Mei 2026 16:12 WIB
- Madiun
RRI. CO. ID, Madiun - Berawal dari rasa rindu menikmati kudapan tradisional petholo,
Dyah Ayu Hatika Ningtyas atau yang akrab disapa Tika, berhasil mengubah kerinduannya menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Ibu rumah tangga asal Rembang itu kini sukses menjalankan usaha kuliner petholo yang mulai dikenal luas masyarakat hingga ramai pesanan setelah direview food blogger lokal.
Tika mengaku awalnya hanya ingin kembali merasakan jajanan tradisional yang sudah cukup jarang ditemui. Dari situlah ia teringat dengan cetakan petholo lama yang tersimpan di rumah selama kurang lebih dua tahun.
“Awalnya karena kangen makan petholo. Akhirnya saya bongkar lagi cetakannya yang sudah lama disimpan. Dari situ saya mulai coba-coba bikin sendiri,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.
Perjalanan membangun usaha tersebut tidak langsung berjalan mulus. Tika harus melalui berbagai proses trial and error untuk menemukan tekstur adonan petholo yang pas sekaligus racikan kuah yang cocok di lidah pelanggan.
Ia mengaku, beberapa kali gagal sebelum akhirnya menemukan formula yang sesuai. Namun ketekunan dan rasa penasaran membuatnya terus mencoba hingga menghasilkan cita rasa yang khas.
Setelah merasa hasil buatannya mulai enak, Tika membagikan petholo tersebut kepada tetangga sekitar untuk dicicipi. Tak disangka, salah satu tetangganya mengunggah petholo buatan Tika ke status WhatsApp. Respons positif mulai berdatangan dari banyak orang yang penasaran ingin mencoba.
Popularitas petholo milik Tika semakin meningkat setelah salah satu food blogger lokal Madiun memberikan ulasan positif di media sosial.
Sejak saat itu, pesanan terus berdatangan hampir setiap hari.
“Awalnya cuma dari tetangga upload status WhatsApp, lalu ada food blogger yang review. Setelah itu pesanan mulai ramai,” katanya.
Petholo buatan Tika dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp12 ribu per porsi. Kudapan tersebut dikemas menggunakan wadah mika agar lebih praktis dan tetap higienis saat dibawa pelanggan.
Menurut Tika, menjalankan usaha kuliner tidak hanya soal bisa memasak, tetapi juga membutuhkan mental yang kuat. Ia mengatakan pelaku UMKM harus siap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari komplain pelanggan, persaingan usaha, hingga kenaikan harga bahan baku.
“Sebagai pelaku UMKM memang harus siap mental. Kadang ada komplain pelanggan, ada kompetitor, belum lagi harga bahan baku yang naik. Tapi itu harus dijalani dan dijadikan evaluasi supaya usaha bisa terus berkembang,” ungkapnya.
Meski usahanya kini semakin dikenal, Tika mengaku masih memiliki impian besar untuk mengembangkan bisnisnya.
Ia berharap, suatu hari nanti dapat memiliki outlet sendiri agar pelanggan lebih mudah mendapatkan petholo buatannya.
“Saya berharap ke depan bisa buka outlet sendiri supaya usaha ini semakin berkembang dan lebih banyak orang bisa menikmati petholo".
Tika menambahkan, bahwa usaha bisa lahir dari hal sederhana, termasuk dari rasa rindu terhadap kuliner tradisional.
Dengan ketekunan, keberanian mencoba, dan semangat untuk terus belajar, sebuah hobi sederhana mampu berubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....