Gurihnya Singkong Keju Madiun, Rahasia Kelezatan dari Bahan Baku Pilihan

  • 30 Des 2025 04:09 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Sektor ekonomi kreatif di bidang kuliner yang didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi tulang punggung penggerak ekonomi Indonesia. Dalam menjaga eksistensi di bidang kuliner, mempertahankan kualitas produk pangan menjadi kunci utama bagi para pelaku usaha.

Singkong atau ketela pohon merupakan bahan pangan lokal serbaguna yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi aneka hidangan, mulai dari kudapan manis hingga camilan gurih. Salah satu olahan yang kini menjadi primadona di tengah masyarakat adalah singkong keju.

Ciri khas utama singkong keju terletak pada tekstur singkong yang merekah sempurna dengan balutan warna kuning keemasan setelah digoreng. Untuk menghasilkan kualitas premium tersebut, proses kurasi dimulai sejak tahap pemilihan bahan baku yang ketat.

Sugeng Wiyono (58), pemilik UMKM Singkong Keju Hidayah, merupakan salah satu pelaku usaha yang fokus pada pengolahan pangan lokal ini. Selain singkong keju, ia juga menjajakan getuk goreng, pisang keju, dan tela-tela di lokasi strategis Jalan Taman Praja No. 10, tepatnya di depan pintu gerbang Widodo Kencana Indah.

“Saya sudah dua tahun berjualan di sini setelah sebelumnya pindah dari lokasi pertama di depan RSUD Sogaten,” ungkap Sugeng.

Demi menjaga tekstur singkong yang empuk, Sugeng tidak sembarangan dalam memilih bahan baku. Ia hanya menggunakan singkong dari pedagang terpercaya guna menjamin rasa yang konsisten. Namun, ia mengaku kerap menghadapi kendala pasokan pada bulan Desember hingga Maret di wilayah Madiun.

Saat singkong sulit dicari, saya harus memesan dari Bondowoso dengan sistem patungan bersama rekan di Ponorogo,” tambahnya.

Meskipun kualitas yang ditawarkan premium, harga yang dibanderol sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp10.000 hingga Rp13.000 per kotak. Dalam sehari, Sugeng mampu menjual rata-rata sepuluh kotak singkong keju.

Guna memudahkan pelanggan, Singkong Keju Hidayah kini dapat dipesan melalui WhatsApp maupun layanan transportasi daring seperti GoFood, GrabFood, dan Maxim. Selain itu, usaha ini telah mengantongi izin usaha NIB dan sertifikasi halal, sehingga kualitas dan keamanan produknya semakin terjamin bagi konsumen.

Keberhasilan Sugeng Wiyono dalam mengelola Singkong Keju Hidayah membuktikan bahwa inovasi pangan lokal yang dibarengi dengan komitmen menjaga kualitas dapat menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Dengan dukungan legalitas dan adaptasi teknologi digital, UMKM ini tidak hanya menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi daerah di Kota Madiun. (NF).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....