Begini Rahasia Bolu Pisang Tanpa Perisa Ala My Sweet Loaf

  • 15 Jun 2026 09:44 WIB
  •  Madiun

RRU. CO. ID, Madiun- Aroma harum yang khas menjadi salah satu daya tarik utama banana bread. Namun, tidak sedikit pembuat roti yang memilih menggunakan perisa tambahan untuk memperkuat aroma pisang pada produknya. Berbeda dengan tren tersebut, pelaku usaha kuliner sekaligus Owner My Sweet Loaf, Khoirrunida Husni Fajjaria atau yang akrab disapa Dida, justru mengandalkan proses alami untuk menghasilkan banana bread premium yang autentik.

Menurut Dida, kunci utama menciptakan banana bread dengan aroma pisang yang kuat tanpa bantuan perisa terletak pada pemilihan bahan baku dan teknik pengolahan pisang sebelum dicampurkan ke dalam adonan.

“Banyak orang mengira aroma banana bread yang kuat harus dibantu dengan perisa pisang. Padahal, kalau tekniknya benar, aroma alami pisang sudah sangat kuat dan khas,” ujarnya saat ditemui di acara UMKM Bicara beberapa waktu lalu.

Dida menjelaskan, langkah penting yang sering diabaikan adalah proses roasting atau memanggang pisang terlebih dahulu hingga kondisinya sangat matang dan mendekati benyek. Proses ini membuat gula alami di dalam pisang keluar lebih maksimal sehingga menghasilkan aroma yang lebih harum dan rasa yang lebih kaya.

“Pisang yang di-roasted sampai mendekati benyek akan mengeluarkan aroma alaminya. Saat dipanggang, kandungan gulanya mengalami proses karamelisasi ringan yang membuat aroma pisang semakin kuat. Dari situlah karakter banana bread premium terbentuk,” jelasnya.

Ia menambahkan, jenis pisang yang digunakan juga berpengaruh terhadap hasil akhir. Pisang yang sudah matang sempurna atau bahkan memiliki bercak hitam pada kulitnya justru lebih baik digunakan dibandingkan pisang yang masih setengah matang.

“Jangan takut menggunakan pisang yang sudah sangat matang. Justru itu yang paling ideal untuk banana bread karena rasanya lebih manis dan aromanya lebih pekat,” katanya.

Selain teknik roasting, Dida menyarankan agar pembuat banana bread tidak terburu-buru mencampurkan bahan. Setelah pisang dipanggang, sebaiknya didiamkan terlebih dahulu hingga suhunya turun agar tekstur dan kelembapannya tetap terjaga saat dicampurkan ke dalam adonan.

Menurutnya, penggunaan perisa tambahan sebenarnya tidak diperlukan apabila kualitas pisang dan teknik pengolahannya sudah tepat. Bahkan, aroma yang dihasilkan dari pisang asli cenderung lebih lembut, alami, dan tidak menyengat.

“Kalau aroma berasal dari buah aslinya, hasilnya lebih elegan dan premium. Konsumen juga bisa merasakan cita rasa pisang yang sesungguhnya, bukan aroma buatan,” tutur Dida.

Ia juga mengungkapkan bahwa keseimbangan komposisi bahan menjadi faktor penting lainnya. Terlalu banyak tepung atau bahan tambahan lain dapat menutupi karakter pisang yang seharusnya menjadi bintang utama dalam banana bread.

“Banana bread yang baik itu ketika aroma dan rasa pisangnya langsung terasa sejak pertama kali digigit. Jadi jangan sampai bahan lain justru mendominasi,” imbuhnya.

Dida menilai tren makanan berbahan alami kini semakin diminati masyarakat. Konsumen mulai lebih menghargai produk yang mengedepankan kualitas bahan baku dibandingkan penggunaan bahan tambahan sintetis.

Melalui usahanya, My Sweet Loaf, ia berkomitmen menghadirkan banana bread dengan cita rasa autentik yang mengandalkan kualitas pisang pilihan dan teknik pengolahan yang tepat.

“Rahasia sederhananya ada pada kesabaran. Biarkan pisang matang sempurna, lalu roasted hingga hampir benyek. Dari situlah aroma khas banana bread premium tercipta secara alami tanpa perlu tambahan perisa,” pungkasnya.

Dengan teknik sederhana namun tepat tersebut, para pecinta baking dapat menghasilkan banana bread yang lembut, kaya rasa, dan memiliki aroma pisang yang autentik. Proses roasting pisang hingga mendekati benyek menjadi kunci penting untuk menghadirkan banana bread premium yang harum alami dan menggugah selera tanpa bergantung pada bahan perisa tambahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....