Hari Jantung Sedunia 2026: Pentingnya Deteksi Dini untuk Hidup Sehat & Berkualitas

  • 29 Sep 2026 07:29 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kesehatan jantung tentu penting untuk dijaga terlebih ia juga merupakan organ yang berfungsi sebagai pemompa utama dalam sistem sirkulasi darah.

Kepedulian setiap masyarakat akan kesehatan organ vital yang berbentuk kerucut tersebut tentu perlu terus ditingkatkan, terlebih setiap tanggal 29 September diperingati sebagai Hari Jantung Sedunia.

Peringatan tersebut, pasti bukan sekedar seremonial belaka, namun masyarakat kembali diingatkan untuk menguatkan dan meningkatkan kepedulian untuk menjaga kesehatan jantung.

Kepada RRI Madiun, dr. Deasy Eka Wardhani, Sp.JP, FIHA dari IDI Madiun menjelaskan hal yang paling krusial untuk menjaga kesehatan dan kualitas jantung, terlebih pada peringatan Hari Jantung Sedunia kali ini.

“Iya, jadi memang 29 September itu diperingati sebagai hari Jantung sedunia. Nah, tema Hari Jantung Sedunia pada tahun ini itu meneruskan hari Jantung Sedunia tahun 2025 yaitu ‘Don't Miss A Beat’, yang pada prinsipnya kita ingin meningkatkan awareness masyarakat terhadap penyakit jantung dengan melakukan deteksi dini terhadap penyakit jantung,” jelas dr. Deasy.

Lebih lanjut, dr. Deasy juga menekankan bahwa jangan sampai pasien baru mengetahui kondisi kesehatan jantung ketika sudah dalam kondisi kerusakan berat. Akibatnya tentu terkait penanganannya akan lebih kompleks, dibandingkan jika terdeteksi lebih awal.

“Perlu dicatat bahwa adanya deteksi dini, maka juga akan sangat berpengaruh pada tingkat keberhasilan hidup yang lebih tinggi, karena kita tahu kondisinya lebih awal, bukan yang sudah saat kerusakannya berat. Oleh karena itu, penting dan sangat diperlukan untuk melakukan skrining dini untuk hidup sehat dan berkualitas,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa intervensi medis pada fase awal jauh lebih sederhana dan memiliki tingkat keberhasilan hidup yang lebih tinggi dibandingkan jika penanganan baru dilakukan saat kondisi organ sudah mengalami kerusakan signifikan.

Selain itu, dr. Deasy juga memberikan gambaran terkait kondisi kesadaran masyarakat saat ini yang dinilai masih berada pada rentang 50 banding 50. Sebagian masyarakat sudah mulai peka dan sadar untuk mencari tahu bahkan deteksi dini, namun juga tidak sedikit yang masih abai terhadap keluhan awal tubuhnya, atau rasa takut yang berlebih untuk periksa ke dokter.

Sekali lagi, pada momentum Hari Jantung Sedunia 2026 diharapkan mampu mendorong pergeseran perilaku masyarakat dari yang semula pasif ketika menemukan gejala- gejala terkait kesehatan jantung dan juga menjaga pola hidup sehat, untuk menjadi aktif melakukan tindakan pencegahan.

Langkah preventif seperti cek tekanan darah, evaluasi kadar gula darah, serta profil lipid darah secara berkala menjadi rekomendasi utama menjaga kesehatan jantung dan organ tubuh lainnya.

Karena kita tahu, organ vital berbentuk kerucut ini memegang peranan penting dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh. Di saat yang sama, jantung juga memfasilitasi pengangkutan sisa metabolisme berupa karbondioksida menuju paru-paru untuk dikeluarkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....