Bukan Hanya karena Makan Berlebihan, Penyebab Perut Buncit yang Jarang Disadari

  • 22 Sep 2026 11:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun-Banyak orang mengira perut buncit hanya muncul karena makan terlalu banyak atau kurang olahraga. Padahal, di balik penumpukan lemak di area perut tersimpan beragam alasan yang sering kali luput dari perhatian, mulai dari kebiasaan sehari-hari, keseimbangan hormon, hingga kondisi tubuh yang tidak disadari.

Faktanya, ada orang yang sudah menjaga pola makan dan rutin bergerak, namun perut tetap saja buncit. Apa penyebab tersembunyi itu?

Perut buncit umumnya disebabkan oleh lemak viseral yaitu lemak yang menumpuk di dalam rongga perut dan melingkari organ dalam, bukan hanya di bawah kulit. Lemak ini lebih berbahaya karena aktif melepaskan zat pemicu peradangan, meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, hingga gangguan metabolisme.

Penumpukannya sangat dipengaruhi hal-hal yang tidak selalu berhubungan dengan jumlah kalori yang masuk.

Penyebab yang Sering Tidak Disadari antara lain:

1. Stres Berkepanjangan, Musuh Utama yang Jarang Dihubungkan

Saat stres, tubuh memproduksi hormon kortisol. Jika stres berlangsung lama, kadar kortisol tetap tinggi terus-menerus. Hormon ini secara khusus memberi perintah pada tubuh. Bahkan tanpa makan berlebihan, tubuh akan cenderung menyimpan cadangan energi di area perut sebagai respons pertahanan diri.

2. Kurang Tidur atau Tidur Tidak Berkualitas

Kurang tidur kurang dari 7–8 jam setiap malam mengacaukan dua hormon penting: leptin (sinyal kenyang) menurun, sedangkan ghrelin (sinyal lapar) naik. Akibatnya, keinginan makan bertambah, terutama makanan manis dan berlemak. Lebih dari itu, tubuh yang kurang istirahat memperlambat pembakaran lemak dan secara otomatis menyimpan lebih banyak di bagian perut.

3. Duduk Terlalu Lama — Bahaya Gaya Hidup Diam

Duduk berjam-jam setiap hari menurunkan kerja enzim lipoprotein lipase — zat yang bertugas memecah lemak di dalam darah. Jika enzim ini tidak bekerja, lemak tidak dibakar, melainkan langsung disimpan. Hanya berdiri sebentar atau berjalan kaki setiap 1 jam saja sudah bisa mengembalikan kinerjanya .

4. Kebiasaan Makan Terlalu Cepat

Otak butuh waktu sekitar 20 menit untuk menerima sinyal bahwa perut sudah kenyang. Makan terburu-buru membuat Anda makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tanpa sadar. Selain itu, menelan udara berlebihan saat makan cepat juga membuat perut tampak membesar dan kembung.

5. Kekurangan Serat dan Terlalu Banyak Gula Tersembunyi

Banyak orang merasa sudah makan sedikit, tapi tidak menyadari makanannya penuh gula tambahan, tepung olahan, dan makanan kemasan. Gula sederhana ini cepat diserap, memicu lonjakan insulin, dan kelebihannya langsung diubah menjadi lemak perut. Sebaliknya, kurang serat larut membuat rasa kenyang tidak bertahan lama dan metabolisme usus terganggu.

6. Gangguan Keseimbangan Bakteri Usus

Komposisi bakteri di usus yang tidak sehat bisa mengubah cara tubuh menyerap kalori dan menyimpan lemak. Usus yang sehat mengatur hormon kenyang; jika rusak, tubuh merasa lapar terus-menerus dan lebih mudah menumpuk lemak di perut.

7. Konsumsi Alkohol Berlebihan

Alkohol mengandung kalori kosong yang tinggi, tapi dampaknya lebih jauh: alkohol mengganggu kerja hati sehingga tubuh berhenti membakar lemak dan malah menyimpannya di perut. Bahkan jumlah yang tidak berlebihan pun bisa memicu penumpukan lemak viseral jika rutin dikonsumsi .

8. Faktor Hormon dan Kondisi Medis Tertentu

Perubahan hormon pada usia tertentu, kondisi seperti resistensi insulin, hipotiroidisme, atau ketidakseimbangan hormon tiroid juga membuat tubuh secara otomatis mengubah pola penyimpanan lemak — beralih ke area perut, meskipun kebiasaan makan tidak berubah .

Cara Mengatasinya: Bukan Hanya Diet, tapi bisa dilakukan dengan hal-hal seperti ini:

- Kelola stres: latihan napas, relaksasi, atau hobi yang menenangkan

- Tidur cukup 7–8 jam dengan jadwal teratur

- Jangan duduk terus: berdiri atau berjalan sebentar setiap jam

- Makan perlahan, kunyah hingga halus

- Perbanyak serat: sayuran, buah, biji-bijian utuh

- Kurangi gula tambahan, tepung putih, dan makanan olahan

- Kurangi atau hindari alkohol

- Perhatikan kondisi tubuh: jika sulit turun meski sudah berusaha, periksakan ke dokter untuk mengecek kondisi hormon dan metabolisme

Menurut dr. Annisa Pratiwi, M.Gizi sebagaimana dikutip RRI, Selasa (22/9/2026), kunci menghilangkan perut buncit bukan hanya 'kurangi makan, banyak gerak. Yang paling sering terlupakan adalah perbaiki tidur, kelola stres, dan jaga kesehatan pencernaan. Kalau tiga hal ini belum diperbaiki, usaha diet dan olahraga sering kali akan terasa sia-sia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....