Apakah Bahaya jika Terlalu Banyak Sendawa?

  • 10 Jun 2026 10:22 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Di Indonesia, sendawa sering dikaitkan dengan kondisi "masuk angin". Banyak orang bahkan sengaja memijat atau minum obat penghangat agar bisa bersendawa dan merasa lebih lega. Memang, sendawa adalah cara alami tubuh membuang udara berlebih dari lambung. Namun, apakah masih normal jika kita bersendawa terus-menerus, bahkan belasan hingga puluhan kali sehari? Apakah kondisi ini berbahaya bagi kesehatan?

Secara medis, sendawa adalah proses pengeluaran gas atau udara dari saluran pencernaan bagian atas melalui mulut . Dr. Budi Santoso, Sp.PD-KGEH, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterohepatologi menjelaskan: "Secara normal, manusia bisa bersendawa sekitar 10–30 kali dalam sehari, terutama setelah makan atau minum. Ini adalah mekanisme tubuh agar perut tidak terasa penuh, kembung, atau nyeri. Selama tidak mengganggu, ini tanda sistem pencernaan bekerja baik."

Namun, jika frekuensinya meningkat tajam hingga terjadi setiap beberapa menit sekali, berjam-jam lamanya, atau terjadi saat perut kosong, maka kondisi ini sudah tergolong tidak wajar dan perlu dicari penyebabnya. Sendawa itu sendiri tidak berbahaya, tetapi penyebab di balik sendawa berlebihan itulah yang bisa berbahaya jika dibiarkan. Menurut Dr. Budi Santoso, ada dua kelompok penyebab utama:

Ini adalah penyebab paling umum dan bukan penyakit serius:

1. Terlalu banyak menelan udara (Aerofagia)

Terjadi saat makan terlalu cepat, bicara sambil makan, minum pakai sedotan, sering mengunyah permen karet, atau merokok .

2. Konsumsi makanan/minuman tertentu

Minuman bersoda, minuman berkarbonasi, makanan yang memproduksi gas (kol, brokoli, kacang-kacangan), atau makanan tinggi gula .

3. Stres & Kecemasan

Saat gugup, kita tanpa sadar bernapas cepat dan menelan lebih banyak udara. Ini sering terjadi pada orang dengan gangguan kecemasan .

Jika sendawa berlebihan terjadi meski Anda sudah memperbaiki pola makan, ini bisa menjadi gejala penyakit tertentu:

1. Penyakit Asam Lambung / GERD

Ini penyebab medis paling sering. Naiknya asam lambung memicu produksi gas berlebih dan keinginan untuk bersendawa terus-menerus demi meredakan rasa panas di dada .

2. Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

Bakteri ini menyerang dinding lambung dan bisa menyebabkan tukak lambung atau radang lambung. Gejalanya: sendawa terus-menerus disertai nyeri ulu hati dan mual .

3. Gangguan Fungsi Lambung

Seperti lambung yang lemah mencerna makanan (dispepsia fungsional) atau kelainan otot pencernaan.

4. Penyakit Serius (Jarang Terjadi)

Dalam kasus yang jarang, sendawa berlebihan bisa menjadi salah satu tanda awal penyumbatan usus, gangguan pankreas, hingga kanker lambung atau kerongkongan, terutama jika disertai gejala lain .

Dr. Rina Amalia, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Jakarta, mengingatkan bahwa sendawa menjadi TANDA PENYAKIT BERBAHAYA jika disertai gejala berikut:

🔹 Berat badan turun drastis tanpa sebab jelas

🔹 Nyeri ulu hati atau dada yang hebat

🔹 Sulit menelan makanan / terasa ada yang tersangkut

🔹 Muntah-muntah, terutama muntah berwarna hijau atau seperti kopi

🔹 BAB berwarna hitam atau berdarah

🔹 Sendawa berbau sangat busuk dan tidak sedap

🔹 Terasa sesak napas atau jantung berdebar

Cara Mengatasi Sendawa Berlebihan

Menurut para ahli, langkah penanganannya dibagi sesuai penyebabnya:

1. Ubah Kebiasaan Makan

- Makan pelan-pelan dan kunyah sampai halus.

- Jangan bicara saat mengunyah.

- Kurangi soda, permen karet, dan makanan penyebab gas.

- Hindari berbaring tepat setelah makan (tunggu 2–3 jam).

2. Kelola Stres

Jika penyebabnya kecemasan, teknik pernapasan dalam dan relaksasi sangat membantu mengurangi udara yang tertelan.

3. Pengobatan Medis

Jika disebabkan oleh asam lambung atau infeksi bakteri, dokter biasanya akan memberikan obat penekan asam lambung atau antibiotik khusus.

Terlalu banyak sendawa umumnya tidak berbahaya dan seringkali hanya akibat kebiasaan makan yang kurang baik. Namun, kondisi ini bisa menjadi berbahaya jika merupakan gejala dari penyakit pencernaan yang tidak ditangani, seperti GERD berat, tukak lambung, atau gangguan organ lainnya. Kuncinya adalah perhatikan tubuh Anda. Selama sendawa tidak membuat sakit dan tidak mengganggu aktivitas, Anda aman. Tapi jika rasanya "berbeda dari biasanya", jangan ragu berkonsultasi dengan dokter.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....