Mengenal Influenza A: Gejala, Penularan, dan Komplikasi yang Perlu Diwaspadai
- 18 Sep 2026 10:54 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Influenza A kembali menjadi perhatian masyarakat. Peningkatan kasus infeksi membuat masyarakat perlu mengenali gejala serta memahami cara penularannya. Meski demikian, Influenza A bukan merupakan virus baru.
Mengutip Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, salah satu virus Influenza A yang masih beredar hingga saat ini adalah H1N1. Virus tersebut merupakan keturunan dari virus yang menyebabkan pandemi influenza pada 2009 dan hingga kini masih beredar secara musiman dengan perubahan genetik dari waktu ke waktu.
Lantas, apa sebenarnya Influenza A dan bagaimana cara mengenali gejalanya?
Influenza merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dan menyerang sistem pernapasan. Penyakit ini dapat muncul secara musiman dan menyebar dari satu orang ke orang lainnya.
Influenza berbeda dengan flu biasa atau common cold. Flu biasa dapat disebabkan oleh sejumlah jenis virus, salah satunya rhinovirus, dan dapat terjadi sepanjang tahun.
Pada sebagian besar orang, influenza dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, pada kondisi tertentu, infeksi ini dapat berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius, terutama pada kelompok yang memiliki faktor risiko tertentu.
Apa Itu Influenza A?
Virus influenza terbagi menjadi empat kelompok utama, yaitu Influenza A, B, C, dan D.
Influenza A dan B merupakan jenis yang paling sering menginfeksi manusia serta menjadi penyebab utama influenza musiman. Influenza C umumnya menimbulkan penyakit dengan gejala yang lebih ringan, sedangkan Influenza D lebih banyak ditemukan pada hewan, terutama ternak.
Influenza A dapat menular melalui percikan dari saluran pernapasan ketika orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara.
| Baca juga: Sering Haus? Waspada Gejala Diabetes |
Penularan juga dapat terjadi melalui tangan maupun benda yang telah terkontaminasi virus. Risiko infeksi meningkat ketika seseorang menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah melakukan kontak dengan sumber virus.
Setelah terpapar, gejala biasanya tidak langsung muncul. Masa inkubasi influenza umumnya berlangsung sekitar 1–3 hari. Meskipun belum mengalami gejala, seseorang tetap berpotensi menularkan virus kepada orang lain.
Gejala yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda. Tingkat keparahannya antara lain dipengaruhi oleh usia, kondisi kesehatan, serta daya tahan tubuh.
Beberapa gejala yang umum terjadi meliputi:
- demam dan menggigil;
- batuk, yang sering kali berupa batuk kering;
- sakit tenggorokan;
- hidung tersumbat atau berair;
- bersin;
- tubuh terasa lelah;
- sakit kepala;
- nyeri otot dan persendian;
- nafsu makan menurun;
- mual atau muntah; serta
- diare pada sebagian kasus.
Influenza dapat menimbulkan komplikasi, salah satunya pneumonia. Karena itu, masyarakat perlu memperhatikan perubahan kondisi, terutama ketika gejala justru semakin berat.
Beberapa tanda yang perlu mendapat perhatian antara lain:
- demam tinggi yang berlangsung lama;
- sesak atau kesulitan bernapas;
- jantung berdebar atau berdetak lebih cepat;
- tekanan darah rendah;
- pneumonia;
- gangguan pernapasan berat hingga gagal napas; dan
- kejang yang disertai demam, terutama pada anak.
Jika gejala tidak kunjung membaik atau kondisi semakin memburuk, pemeriksaan oleh tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebab serta kemungkinan adanya komplikasi.
Tetap Jaga Kesehatan
Influenza A memang bukan virus baru, tetapi penularannya tetap perlu diantisipasi. Masyarakat dapat mengurangi risiko penyebaran dengan menjaga kebersihan tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, menjaga kondisi tubuh, serta membatasi kontak dekat ketika sedang sakit.
Kenali gejalanya, jaga kesehatan, dan segera periksakan diri apabila muncul tanda-tanda yang mengkhawatirkan. (DMR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....