Waspadai Hanta Virus saat Idul Adha, Kebersihan Jadi Kunci Utama

  • 26 Mei 2026 15:17 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Menjelang Hari Raya Idul Adha, masyarakat mulai berburu hewan kurban terbaik untuk disembelih. Namun di tengah tingginya aktivitas jual beli hewan kurban, masyarakat juga diminta lebih waspada terhadap ancaman penyakit zoonosis, salah satunya hanta virus.

Dalam dialog di Pro 2 RRI Madiun, drh. Denny Irawan Wardhana dan drh. Mustika dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Madiun mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan menjadi faktor penting dalam mencegah penyebaran virus tersebut. drh. Denny menjelaskan bahwa hanta virus merupakan penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui hewan pengerat seperti tikus dan mencit.

“Hanta virus itu termasuk penyakit zoonosis. Zoonosis itu penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia. Jadi memang betul ditularkan dari golongan rodensia, terutama tikus atau mencit,” ujar drh. Denny, kemarin.

Ia mengatakan penularan dapat terjadi melalui air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan sekitar kandang ataupun tempat penyembelihan hewan kurban. Meski kasus di Indonesia masih tergolong rendah, masyarakat diminta tidak menganggap remeh penyakit tersebut.

Sementara itu drh Mustika mengungkapkan jika Hanta Virus ini juga memiliki gejala yaitu sering menyerupai flu biasa seperti demam, tubuh lemas, hingga sesak napas.

"Biasanya gejalanya demam, jadi misal tubuh kemasukan virus kan akan demam ya. Ada juga yang menyerang di bagian pernafasan. Jadi kalau misalnya demam lalu ada cairan di paru-paru. Kalau paru mengembang posisi otomatis akan mendesak jantung akhirnya bisa sesak. Dan fatalnya bisa berujung kematian karena menyerang bagian pernapasan,” ungkapnya.

Karena itu, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala mencurigakan setelah kontak dengan lingkungan yang tidak bersih. Dokter Deni Irawan Wardana pun juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lokasi penyembelihan hewan kurban agar tidak tercemar tikus.

Karena penularannya bisa dari daging yang sudah dipotong terkontaminasi Air kencing atau kotoran tikus yang ada di tempat penyembelihan. Sehingga tempat penyembelihan harus steril dan bersih.

“Kebersihan lingkungan dan tempat pemotongan harus bersih agar tidak tercemar hanta virus yang ditularkan melalui tikus,” katanya.

Selain menjaga kesehatan hewan kurban, kebersihan tempat penyembelihan juga menjadi perhatian utama. Tujuannya agar daging yang dibagikan kepada warga tetap aman dikonsumsi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....