Cara Mengenali Cerebral Palsy sejak Dini Melalui Perkembangan Motorik!

  • 31 Agt 2026 06:55 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Mengenali cerebral palsy pada anak dapat dilakukan dengan memperhatikan perkembangan motorik sejak usia dini. Orang tua perlu mencermati kemampuan anak dalam melakukan berbagai gerakan sesuai tahapan tumbuh kembangnya.

Pemilik Sekolah Anak Autis, Special Need Dalta Ozora Madiun, Arif Budhi Santoso, menjelaskan cerebral palsy merupakan gangguan perkembangan otak yang berdampak pada fungsi pergerakan, postur, dan koordinasi otot. Gangguan tersebut dapat terlihat dari kemampuan anak dalam melakukan gerakan motorik kasar.

“Jadi yang paling nampak motorik kasar ya, Kak Indi ya. Kalau motorik oral masih belum nampak kan ya. Motorik halus juga masih belum terlalu nampak. Motorik dulu kok enggak bisa ngangkat kepala gerakannya kok kaku lemah enggak bisa untuk berguling,” ujar Arif dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Madiun belum lama ini.

Menurut Arif, perkembangan kemampuan motorik anak berlangsung secara bertahap. Karena itu, ketika tahapan tertentu belum terlihat pada usia yang seharusnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dan dikonsultasikan kepada tenaga kesehatan.

“Kalau seperti itu enggak ada berarti kan kekuat ototnya enggak bisa menopang tubuhnya. Demikian berarti memang harus lihat motori kasar terlebih dahulu di bawah su tahun harus diperhatikan betul untuk gerakan motori kasar,” jelasnya.

Arif mencontohkan, bayi pada usia tertentu mulai menunjukkan kemampuan menggerakkan kepala, berguling, hingga merangkak. Apabila tahapan tersebut terlewati tanpa adanya perkembangan motorik kasar yang terlihat, orang tua disarankan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Terus kemudian usia 6 bulan sudah mulai bisa menggerakkan kepala, mengangkat kepala bisa mulai berguling usia 8 bulan setelah berguling. Merangka kalau fase-fase ini terlewati tidak nampak gerakan motorik kasarnya,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa kemampuan menopang tubuh menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan. Ketika anak menunjukkan kesulitan dalam mengangkat kepala, berguling, atau menopang tubuh saat mulai belajar berdiri, orang tua perlu mencermati kondisi tersebut.

“Kan harus ada bayi berguling ya kan ya berguling seperti itu. Ini usia tertentu kok masih belum bisa berguling kemudian belum bisa mengangkat kepala kemudian kalau digendong itu kakinya kok enggak ee di tetah gitu kok enggak bisa menapak dengan bagus. Nah, itu kemungkinan bisa mengarah ke CP,” ungkap Arif.

Selain memperhatikan perkembangan motorik, konsultasi dengan tenaga kesehatan juga penting untuk memastikan kondisi anak. Arif menyebut pemeriksaan dapat dilakukan sejak anak masih berada pada usia dini, sehingga intervensi dapat diberikan lebih cepat apabila memang ditemukan kondisi yang mengarah pada cerebral palsy.

“Di bawah 1 tahun sudah bisa. 1 tahun sudah bisa diketahui biasanya 8-9 bulan bisa diketahui kasus CP ini. Sehingga nanti usia 1 tahun setengah sudah bisa diberikan intervensi bisa diketahui sejak awal,” paparnya.

Arif menambahkan, penanganan sejak dini dapat membantu anak mendapatkan intervensi sesuai kebutuhannya. Karena cerebral palsy memiliki kondisi yang beragam, penanganannya perlu disesuaikan dengan gangguan yang dialami masing-masing anak.

“Kalau sudah dari awal sudah bisa diketahui ini CP ya harus segera dikonsolasikan ke ortopedik pediatrik apa harus ada intervensi khusus untuk bangunan alat bantu nanti oleh bisa berjalan harus diterapi visio bagaimana itu dari mereka biasanya yang bisa me memberikan treatment untuk anak-anak dengan kondisi sipit tadi itu,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....