Gen Z Dinilai Lebih Ekspresif dalam Aktualisasi Diri
- 30 Mei 2026 10:02 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Generasi Z dinilai memiliki cara yang lebih terbuka dan ekspresif dalam menunjukkan jati diri dibanding generasi sebelumnya. Fenomena ini terlihat dari bagaimana anak muda menampilkan minat, opini, kreativitas, hingga gaya hidup mereka, terutama melalui media sosial dan ruang digital.
Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa aktualisasi diri merupakan kebutuhan psikologis untuk mengenali dan mengembangkan potensi diri. Menurutnya, Gen Z tumbuh di era digital yang memberi ruang luas untuk berekspresi, sehingga mereka cenderung lebih percaya diri dalam menunjukkan identitas pribadi.
“Gen Z lebih terbiasa menyampaikan apa yang mereka pikirkan, rasakan, dan sukai secara terbuka. Media sosial menjadi salah satu sarana utama untuk itu,” ujarnya pada Sabtu 30 Mei 2026.
Menurut Andi, ekspresi diri yang dilakukan Gen Z dapat terlihat melalui berbagai hal, mulai dari konten kreatif, cara berpakaian, pilihan komunitas, hingga pandangan terhadap isu sosial tertentu. Hal tersebut menjadi bagian dari proses pencarian identitas di usia muda.
“Bagi mereka, aktualisasi diri bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang bagaimana menjadi versi diri yang autentik,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberanian Gen Z dalam berekspresi juga dipengaruhi oleh lingkungan digital yang lebih terbuka terhadap keberagaman minat dan sudut pandang. Hal ini membuat generasi muda merasa memiliki ruang untuk menunjukkan siapa diri mereka sebenarnya.
Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa aktualisasi diri di era digital juga memiliki tantangan. Salah satunya adalah munculnya tekanan sosial untuk selalu terlihat menarik, kreatif, atau sukses di hadapan publik.
“Kadang ada dorongan untuk terus tampil sempurna demi mendapatkan pengakuan dari lingkungan sosial,” tambahnya.
Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi tersebut dapat memicu kecemasan, kelelahan mental, hingga ketergantungan terhadap validasi sosial dari media digital.
Untuk itu, Andi menyarankan agar generasi muda tetap membangun kesadaran diri dan memahami bahwa nilai diri tidak sepenuhnya ditentukan oleh respons orang lain di media sosial.
“Aktualisasi diri yang sehat adalah ketika seseorang bisa berkembang tanpa kehilangan jati dirinya hanya demi pengakuan,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....