Aktualisasi Diri Gen Z Dipengaruhi Media Digital, Ini Kata Psikolog

  • 30 Mei 2026 08:54 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Media digital kini memiliki pengaruh besar terhadap cara Generasi Z membangun dan mengekspresikan diri. Kehadiran media sosial serta berbagai platform digital membuat proses aktualisasi diri anak muda menjadi lebih terbuka, cepat, dan luas dibanding generasi sebelumnya.

Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa aktualisasi diri merupakan kebutuhan individu untuk mengenali, mengembangkan, dan menunjukkan potensi yang dimiliki.

“Bagi Gen Z, media digital menjadi ruang utama untuk menampilkan identitas, minat, hingga kreativitas mereka,” ujarnya pada Sabtu (30/5/2026).

Menurut Andi, generasi muda saat ini tumbuh di lingkungan yang sangat dekat dengan teknologi, sehingga proses pencarian jati diri banyak terjadi melalui interaksi digital. Mulai dari membangun personal branding, membuat konten kreatif, hingga bergabung dengan komunitas online menjadi bagian dari bentuk aktualisasi diri.

“Media digital memberi kesempatan bagi Gen Z untuk lebih mudah dikenal, diapresiasi, bahkan membangun peluang karier dari apa yang mereka tampilkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, media sosial juga memberikan ruang bagi anak muda untuk lebih berani mengekspresikan opini dan kreativitas yang sebelumnya mungkin terbatas di lingkungan sekitar saja.

Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa pengaruh media digital terhadap aktualisasi diri juga memiliki sisi negatif. Salah satunya adalah munculnya tekanan untuk selalu tampil menarik, produktif, dan mendapat pengakuan dari orang lain.

“Ketika seseorang terlalu fokus pada validasi sosial seperti jumlah likes atau komentar, nilai diri bisa menjadi bergantung pada respons orang lain,” tambahnya.

Selain itu, budaya perbandingan sosial di media digital juga dapat memicu rasa tidak percaya diri dan kecemasan. Paparan kehidupan orang lain yang terlihat sempurna sering kali membuat individu merasa tertinggal atau kurang berhasil.

Untuk itu, Andi menekankan pentingnya kesadaran diri dan kemampuan menggunakan media digital secara sehat. Menurutnya, aktualisasi diri sebaiknya dilakukan sebagai bentuk pengembangan diri, bukan semata untuk mencari pengakuan.

“Media digital bisa menjadi alat yang positif jika digunakan dengan sadar dan tidak membuat seseorang kehilangan identitas aslinya,” tegasnya.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....