Orang Tua Bisa Bantu Anak Cerebral Palsy Latih Kemampuan Bicara dengan Sederhana!

  • 31 Agt 2026 06:55 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Melatih kemampuan bicara pada anak cerebral palsy membutuhkan proses secara bertahap. Selain mendapatkan intervensi dari terapis, orang tua juga dapat membantu memberikan stimulasi sederhana di rumah untuk melatih kemampuan motorik oral anak.

Owner Sekolah Anak Autis Special Need Dalta Ozora Madiun, Arif Budhi Santoso, mengatakan anak cerebral palsy dapat mengalami gangguan pada motorik oral atau otot mulut. Kondisi tersebut membuat latihan kemampuan bicara perlu diawali dengan stimulasi pada otot wajah, mulut, dan lidah.

“Nah, sehingga untuk memberikan latihan kemampuan dia berbicara atau bina bicara itu harus ada stimulasi otot dan wajah termasuk lidah. Nah, ini bagian dari terapis wicara atau terapi bicara. Jadi, misalkan apa? Tapi ini pun tidak tidak menutup kemungkinan bisa dilakukan di rumah Kak Nindi,” ujar Arif.

Menurut Arif, orang tua dapat memanfaatkan aktivitas sederhana sebagai stimulasi motorik oral anak. Kegiatan seperti meniup dan menggunakan sedotan dapat dilakukan sambil bermain sehingga latihan tidak selalu harus dilakukan dalam sesi terapi.

“Jadi misalkan apa untuk melatih otot, wajah, dan mulut ataupun lidah dengan meniup. Meniup itu kan menghembuskan nafas. misalkan meniup gelembung sabun, meniup apa peluit sempritan itu atau minum menggunakan sedotan ataupun menyedot minuman yang kental misalkan jus susu itu kan perlu otot yang kuat dari sisi oral ya Kak Nidi,” jelasnya.

Ia menambahkan, latihan tersebut dapat dilakukan secara rutin di rumah sambil melakukan kegiatan sehari-hari. Menurutnya, stimulasi di rumah dapat menjadi pendamping ketika waktu terapi anak terbatas.

“Jadi latihan stimulasi otot wajah dan lidah ini tidak harus ke terapis tapi bisa dilakukan di rumah. Kalau menunggu jadwal untuk speed terapi kan lama. Kemudian juga waktunya tidak terlalu singkat terlalu singkat gitu loh. Jadi kalau di rumah kan bisa sambil bermain, bisa sambil tiduran mungkin meniup apa tuh trompet, meniup peluit ataupun minum sambil duduk sambil dia selesai makan minum pakai sedotan,” ungkap Arif.

Selain meniup dan menggunakan sedotan, orang tua juga dapat memberikan stimulasi melalui ekspresi wajah. Arif menjelaskan, gerakan sederhana pada wajah dan lidah dapat menjadi latihan motorik oral yang mendukung kemampuan anak sebelum masuk pada latihan bicara.

Menurut Arif, latihan bicara tidak harus langsung dimulai dengan meminta anak mengucapkan kata. Anak terlebih dahulu perlu memiliki kemampuan untuk menirukan gerakan mulut, mengontrol pernapasan, dan mengeluarkan suara.

“Jadi meli bicaranya tidak harus ee suara terlebih dahulu, tapi adalah kemampuan dia untuk bisa meniru gerakan mulut terlebih dahulu. Kemudian kontrol pernapasan. Ini kan pernapasan ini penting enggak nanti ya. Jadi berbicara itu kalau enggak ngatur napas jadi ngos-ngosan, jadi ee apa ya bicaranya menjadi terbatas-batas,” paparnya.

Setelah kemampuan dasar mulai terbentuk, latihan dapat dilanjutkan dengan menirukan bunyi vokal secara bertahap. Arif menyebut huruf vokal A, I, U, E, dan O dapat menjadi tahap awal untuk melatih kemampuan mengeluarkan suara sekaligus mengatur napas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....