Kandungan Buah Kelengkeng Bisa Cegah Anemia dan Baik untuk Kesehatan Ibu Hamil

  • 17 Agt 2026 13:01 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun-Kelengkeng sering disukai karena rasanya yang manis dan segar, namun tidak banyak yang tahu bahwa buah mungil ini menyimpan kekayaan nutrisi yang sangat dibutuhkan tubuh—terutama untuk mencegah anemia dan mendukung kesehatan ibu hamil. Kebutuhan darah meningkat drastis saat masa kehamilan, sehingga risiko kekurangan darah atau anemia pun makin tinggi

Kelengkeng hadir sebagai pilihan buah yang mudah didapat dan kaya manfaat untuk mengatasi hal tersebut. dr. Ayu Lestari, Sp.GK, Ahli Gizi Klinis, Konsultan Kesehatan Ibu dan Anak, mengatakan kelengkeng bukan sekadar buah yang enak dimakan ttetapi sumber nutrisi pendukung pembentukan darah yang sangat baik karena memiliki zat besi sekaligus vitamin C tinggi, pasangan yang sangat ideal agar zat besi bisa bekerja maksimal. Pada ibu hamil, kebutuhan darah meningkat dua kali lipat untuk mendukung pertumbuhan janin.

Jika asupan zat besi kurang, anemia tak terelakkan. Kelengkeng bisa menjadi pelengkap menu harian yang murah dan mudah ditemui untuk membantu mencegahnya.

Deretan Kandungan Buah Kelengkeng

1. Kaya vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh

Buah kelengkeng mengandung vitamin C yang cukup tinggi. Vitamin ini berfungsi untuk memperkuat sistem imun ibu hamil agar tidak mudah terserang penyakit selama masa kehamilan.

Selain itu, vitamin C juga membantu pembentukan kolagen yang penting bagi kulit, jaringan, dan pembuluh darah. Dengan mengonsumsi kelengkeng dalam jumlah wajar, Mama bisa menjaga daya tahan tubuh sekaligus mempercantik kulit secara alami.

2. Mengandung zat besi untuk mencegah anemia

Kandungan zat besi dalam buah kelengkeng berperan penting dalam membantu pembentukan sel darah merah. Ibu hamil sering kali berisiko mengalami anemia akibat peningkatan kebutuhan darah, sehingga zat besi dibutuhkan agar kadar hemoglobin tetap stabil.

Dengan kadar darah yang baik, Mama tidak mudah lelah dan janin pun memperoleh asupan oksigen yang cukup untuk tumbuh dengan optimal.

3. Sumber kalium untuk mengatur tekanan darahSelama kehamilan, tekanan darah yang tidak stabil bisa memicu masalah kesehatan seperti pusing atau bahkan preeklampsia. Buah kelengkeng mengandung kalium yang berfungsi menjaga keseimbangan elektrolit dan tekanan darah tetap normal.

Kalium juga membantu mengurangi risiko pembengkakan pada kaki dan tangan, yang sering dialami oleh ibu hamil.

4. Mengandung magnesium untuk relaksasi tubuh

Magnesium merupakan mineral penting yang membantu mengatur fungsi saraf dan otot. Kandungan magnesium dalam buah kelengkeng membantu merilekskan tubuh, mengurangi kram, dan memperbaiki kualitas tidur ibu hamil.

Dengan tubuh yang rileks dan tidur cukup, Mama bisa menjalani masa kehamilan dengan lebih nyaman serta tenang.

5. Kaya antioksidan untuk melindungi sel tubuh

Buah kelengkeng mengandung polifenol dan antioksidan alami yang membantu melawan radikal bebas di dalam tubuh. Selama kehamilan, tubuh ibu hamil bekerja dua kali lebih keras, sehingga penting untuk menjaga sel-sel tetap sehat.

Antioksidan dalam kelengkeng juga mendukung regenerasi sel, membantu menjaga kesehatan kulit, serta melindungi jaringan tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif.

6. Mengandung fosfor dan tembaga untuk pembentukan tulang

Selain kalsium, tubuh juga memerlukan fosfor dan tembaga untuk menjaga kekuatan tulang. Kedua mineral ini terdapat dalam buah kelengkeng dan berperan penting dalam pembentukan tulang serta jaringan tubuh janin.

Dengan mengonsumsi buah kelengkeng secara rutin, Mama bisa membantu mendukung proses pertumbuhan tulang janin sekaligus menjaga struktur tulang sendiri tetap kuat selama masa kehamilan.

7. Mengandung glukosa alami sebagai sumber energi

Buah kelengkeng memiliki kandungan glukosa alami yang bisa menjadi sumber energi cepat bagi tubuh. Ibu hamil sering merasa lelah karena peningkatan aktivitas metabolisme, sehingga mengonsumsi kelengkeng dapat membantu mengembalikan tenaga.

Namun, karena kadar gula buah ini cukup tinggi, disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah moderat agar tidak menyebabkan lonjakan gula darah.

Meski bermanfaat, batasi konsumsi cukup 5–10 butir per hari. Kandungan gula alaminya cukup tinggi, sehingga bagi ibu dengan riwayat diabetes gestasional sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....