Gen Z Diajak Glow Up tanpa Merusak Lingkungan

  • 26 Jul 2026 19:24 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Tren glow up di kalangan generasi muda semakin berkembang seiring meningkatnya penggunaan produk perawatan kulit. Namun, upaya meningkatkan penampilan dinilai perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah skincare.

Akademisi dan Dosen UNIPMA, Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si., mengajak generasi muda untuk tidak hanya fokus pada penampilan. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari gaya hidup yang perlu dibangun bersama.

Linda mengatakan kebiasaan sederhana seperti memilah kemasan skincare dapat menjadi langkah awal untuk menjaga lingkungan. Masyarakat juga dapat memilih menggunakan kembali kemasan yang masih layak atau memanfaatkan layanan pengelolaan sampah yang tersedia.

"Menjadi cantik itu merupakan harapan setiap orang, tetapi cantik secara lahir saja tidak cukup. Perlu kita tambahkan dengan cantik dari hati melalui kepedulian dan keaktifan menjaga lingkungan, salah satunya dengan mengelola sampah skincare," ujar Linda dalam dialog di Pro 2 RRI Madiun, Jumat (24/7/2026).

Ia menilai kesadaran lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan dilakukan secara konsisten. Kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih luas apabila diikuti oleh semakin banyak orang.

Linda juga mengingatkan bahwa standar kecantikan tidak semestinya hanya ditentukan oleh penilaian orang lain. Menurutnya, mencintai diri sendiri juga perlu diwujudkan dengan mencintai dan menjaga alam sekitar.

"Standar kecantikan seseorang itu bukan dinilai oleh orang lain, tetapi bagaimana kita mencintai diri sendiri dan juga mencintai alam kita. Jadi, glow up itu jangan sampai membuat lingkungan kita justru glow down," katanya.

Melalui kesadaran tersebut, generasi muda diharapkan dapat menerapkan gaya hidup yang lebih bertanggung jawab. Merawat diri dan menjaga lingkungan dapat dilakukan secara bersamaan agar tren penggunaan skincare tetap memberikan dampak positif tanpa meninggalkan persoalan sampah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....