Sampah Skincare Berpotensi jadi Mikroplastik
- 26 Jul 2026 19:19 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan produk skincare kini semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat dalam merawat kulit. Namun, di balik tren tersebut, terdapat persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian serius, yaitu sampah kemasan produk skincare.
Akademisi dan Dosen UNIPMA, Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si., menegaskan bahwa sampah plastik dari produk skincare tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, tanpa pengelolaan yang tepat, limbah tersebut dapat menimbulkan dampak jangka panjang bagi lingkungan.
"Kalau plastik berada di lingkungan kemudian tidak bisa terurai atau terurai tidak sempurna, itu berpotensi menjadi mikroplastik. Ketika masuk ke lingkungan dan dimakan makhluk hidup atau mencemari air, tentu dampaknya bisa berbahaya," ujar Linda, Jumat (24/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa mikroplastik dapat menyebar ke berbagai ekosistem, terutama perairan. Partikel kecil tersebut kemudian berpotensi masuk ke rantai makanan melalui ikan dan organisme lainnya.
| Baca juga: Manfaat Makan Ubi Jalar untuk Kesehatan |
Linda menekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah sebagai langkah awal pencegahan. Kemasan plastik, kaca, dan kertas dari produk skincare sebaiknya tidak dicampur dengan sampah rumah tangga lainnya.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang dilakukan sejak awal akan mempermudah proses daur ulang dan mengurangi risiko pencemaran lingkungan. Kesadaran ini perlu dibangun secara konsisten di masyarakat.
"Yang penting adalah bagaimana kita sadar dan peduli bahwa limbah yang kita hasilkan itu kalau dikumpulkan bisa menjadi banyak. Kita harus berpikir apakah sampah yang kita buang sembarangan akan berdampak pada lingkungan atau tidak," kata Linda.
Ia berharap generasi muda sebagai pengguna aktif skincare dapat lebih bijak dalam mengelola sampah. Menjaga penampilan, menurutnya, harus sejalan dengan tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....