Madu Alami, Bolehkah Dikonsumsi oleh Penderita Diabetes?
- 31 Agt 2026 21:47 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Di tengah masyarakat banyak anggapan bahwa madu alami atau asli jauh lebih sehat daripada gula pada umumnya. Selain itu tidak sedikit pula, yang mempertanyakan apakah madu alami benar- benar aman terlebih bagi penderita diabetes ?
Dalam program Indonesia Sehat, Ahli Gizi asal Madiun, Nikmahtul Fadillah, A.Md., Gz, menjelaskan dan menjawab pertanyaan tersebut. “Apakah sebenarnya boleh si madu ini masuk kedalam menunya pasien diabetes?, tentu boleh asalkan dalam satu hari, individu tersebut mengonsumsi makanan yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah,” jelas Fadilla.
Nutrisionis, Nikmahtul Fadillah, A.Md., Gz, menjelaskan bahwa penderita diabetes pada dasarnya masih diperbolehkan mengonsumsi madu alami. Namun, ada syarat dan ketentuan ketat yang harus diperhatikan agar tidak memicu lonjakan kadar gula darah.
Selain itu, dalam ilmu gizi, pengelolaan pola makan pasien diabetes dapat menerapkan teknik khusus. Dijelaskan olehnya bahwa salah satu dengan menerapkan teknik carb counting.
Melansir dari sebuah literatur bertajuk ‘Siapkah Indonesia dengan penerapan Carbohydrate Counting bagi pasien Diabetes Mellitus’, dari Program Studi S-1 Ilmu Gizi, Universitas Respati Yogyakarta, menjelaskan tentang Carb Counting atau Carbohydrate counting. Teknik tersebut pada dasarnya adalah sebuah pendekatan perencanaan makan yang dapat dilakukan pada pasien DM serta lebih menekankan kepada jumlah karbohidrat yang dikonsumsi dibandingkan sumber atau jenis karbohidrat yang dikonsumsi dalam setiap kali makan.
Teknik tersebut pada dasarnya bertujuan untuk menghitung dan membatasi asupan gula harian agar kadar gula darah tetap stabil.
Dalam pemaparannya lebih lanjut Fadilla menekankan bahwa dalam hitungan gizi, setiap orang memiliki toleransi maksimal terhadap asupan gula harian agar tidak terjadi lonjakan gula darah secara mendadak. Madu boleh saja dimasukkan ke dalam menu harian pasien diabetes, asalkan total asupan karbohidrat atau gula tambahan pada hari tersebut tidak melebihi batas toleransi tubuh pasien.
Selain memperhatikan ambang batas toleransi gula harian, jadwal dan porsi makan juga memegang peranan penting. Penumpukan asupan makanan yang mengandung karbohidrat atau pemanis dalam satu waktu yang sama berisiko tinggi menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak terkontrol.
Meskipun madu tergolong bahan alami, Ia juga mengingatkan bahwa madu tetap mengandung glukosa dan fruktosa yang berpotensi menaikkan kadar gula darah. Oleh karena itu, bagi pasien diabetes yang sulit mengontrol asupan harian, menghindari madu jauh lebih disarankan.
"Porsi dan toleransi gula setiap penderita diabetes berbeda-beda, tergantung pada kondisi fisik dan respons tubuhnya. Karena sifatnya yang fleksibel namun berisiko, madu sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali, bahkan dalam porsi terbatas setelah dihitung jumlah batas aman karbohidratnya," tambahnya.
“Karena memang sangat tricky untuk pasien-pasien diabetes kalau bicara soal mengonsumsi gula atau makanan dalam jumlah yang berlebih. Jadi lebih baik menghindari madu karena juga tetap akan meningkatkan gula darah,” tegasnya.
Sebagai alternatif pemanis yang lebih aman, ia menyarankan penggunaan ekstrak daun stevia. Berbeda dengan madu, stevia tidak mengandung kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah, sehingga relatif lebih aman untuk dikonsumsi harian oleh penderita diabetes.
Terakhir ia mengingatkan dan mengimbau para penderita diabetes untuk selalu berkonsultasi dengan tenaga medis atau ahli gizi sebelum menyusun menu harian, guna menghitung kebutuhan dan batas aman asupan karbohidrat secara tepat sesuai kondisi tubuh masing-masing.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....