Dosen Linda Yuhanna Ajak Masyarakat Kelola Sampah Kemasan Skincare

  • 26 Jul 2026 19:16 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan skincare kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, termasuk kalangan remaja dan generasi muda. Namun, di balik tren merawat diri tersebut, masyarakat juga perlu memperhatikan sampah yang dihasilkan dari berbagai produk skincare.

Akademisi dan Dosen UNIPMA, Dr. W. Linda Yuhanna, M.Si., mengatakan penggunaan skincare seharusnya diikuti dengan kesadaran terhadap dampak lingkungan. Menurutnya, upaya menjaga penampilan perlu berjalan seimbang dengan kepedulian terhadap lingkungan.

"Penggunaan skincare ini menjadi salah satu gaya hidup baru, tidak hanya untuk kalangan entertainment atau menengah ke atas, tetapi sudah mulai digunakan masyarakat luas. Karena itu, kita tidak hanya membuat kulit glowing, tetapi juga harus membuat lingkungan kita glow dengan mengoptimalkan pengelolaan sampah skincare," ujar Linda, Jumat (24/7/2026).

Linda menjelaskan pengelolaan sampah skincare dapat dimulai dari memilah kemasan berdasarkan materialnya. Kemasan berbahan kertas, plastik, dan kaca perlu dipisahkan agar dapat dikelola sesuai dengan karakteristik masing-masing.

Kemasan plastik dan kaca, kata Linda, dapat dimanfaatkan kembali apabila kondisinya masih memungkinkan. Botol bekas skincare, misalnya, dapat digunakan sebagai wadah atau diubah menjadi benda lain yang memiliki nilai guna.

"Kalau kemasannya sudah tidak layak digunakan kembali, pola pembuangannya juga harus disesuaikan dengan jenis sampahnya. Jangan sampai sampah plastik dari skincare justru menjadi mikroplastik dan mencemari lingkungan," katanya.

Linda berharap masyarakat mulai membangun kebiasaan memilah sampah dari rumah. Menurutnya, kesadaran sederhana dalam mengelola sampah skincare dapat membantu mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus mencegah pencemaran lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....