Overthinking Berdampak pada Kesehatan Mental dan Fisik
- 14 Apr 2026 08:42 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena overthinking atau berpikir berlebihan menjadi salah satu persoalan psikologis yang kerap dialami masyarakat, terutama di tengah tekanan kehidupan modern. Hal ini disampaikan oleh Dosen Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Madiun, Chaterina Yeni Susilaningsih, M.Pd., dalam keterangannya.
Menurut Chaterina, overthinking merupakan kondisi ketika seseorang memikirkan sesuatu secara terus-menerus tanpa henti.
“Overthinking adalah sesuatu yang dipikirkan terus-menerus. Kalau yang dipikirkan hal baik mungkin tidak masalah, tetapi biasanya overthinking itu justru berkaitan dengan hal-hal negatif,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pikiran negatif yang terus menumpuk dapat mengganggu keseimbangan hidup seseorang. Padahal, idealnya manusia menjalani hidup dengan lebih santai dan menikmati setiap proses yang ada.
“Kita ini seharusnya bisa enjoy dalam menjalani hidup,” tambahnya.
Namun, realitas kehidupan yang penuh tantangan seringkali membuat sebagian orang merasa tidak sanggup menghadapi situasi yang ada. Dalam kondisi tersebut, overthinking justru memperburuk keadaan.
Lebih lanjut, Chaterina menegaskan bahwa dampak overthinking tidak hanya dirasakan secara mental, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi fisik.
“Ketika pikiran negatif terus muncul, itu bisa mengganggu psikis, seperti muncul kecemasan dan sulit tidur. Bahkan, dampaknya bisa sampai ke fisik,” jelasnya.
Ia mengingatkan pentingnya mengelola pikiran agar tidak terjebak dalam siklus overthinking yang berkepanjangan. Dengan menjaga pola pikir yang lebih positif dan realistis, diharapkan seseorang dapat menjalani kehidupan dengan lebih sehat, baik secara mental maupun fisik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....