Dokter Ingatkan Pentingnya Memahami Pola Menstruasi Normal pada Perempuan!

  • 21 Mei 2026 18:41 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Gangguan haid menjadi salah satu persoalan kesehatan yang paling sering dialami perempuan dari berbagai usia. Kondisi ini dapat terjadi mulai usia remaja, usia reproduktif, hingga menjelang menopause. Karena itu, perempuan perlu memahami terlebih dahulu bagaimana siklus haid yang normal.

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari IDI Madiun, dr. Fitria Khusnul Khotimah, Sp.OG menjelaskan bahwa siklus menstruasi normal berada pada rentang 21 hingga 35 hari. Pengamatan siklus tersebut sebaiknya dilakukan selama enam bulan untuk mengetahui pola tubuh masing-masing perempuan.

Selain siklus, jumlah darah yang keluar saat menstruasi juga menjadi indikator penting. Rata-rata perdarahan normal berkisar 30 sampai 80 mililiter dengan lama haid sekitar lima hingga tujuh hari. Jika lebih dari kondisi normal maka perlu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jadi kita harus paham dulu yang normal bagaimana baru kita paham gangguan itu seperti apa,” ujar dr. Fitria saat siaran Indonesia Sehat Pro 1 RRI Madiun.

Ia mengatakan gangguan haid secara umum terbagi menjadi dua, yakni haid yang terlalu sedikit atau terlambat, serta haid yang terlalu banyak dan berkepanjangan. Kondisi terlambat haid disebut amenore, sedangkan perdarahan berlebihan dikenal sebagai abnormal uterine bleeding.

“Kalau haidnya mundur kita namanya amenore ya. Kalau kebanyakan haidnya atau siklusnya memendek jumlahnya lebih banyak kita menamainya abnormal uterine bleeding,” jelasnya.

Keluhan lain yang sering menyertai menstruasi ialah nyeri perut, pegal, mudah lelah, hingga perubahan suasana hati. Kondisi tersebut dikenal sebagai premenstrual syndrome atau PMS akibat perubahan hormon di dalam tubuh.

Meski demikian, perempuan diminta waspada apabila rasa nyeri mengganggu aktivitas sehari-hari. Nyeri haid yang terus meningkat dapat menjadi tanda adanya gangguan seperti endometriosis atau kista.

Untuk memastikan penyebab nyeri, pemeriksaan ultrasonografi atau USG dianjurkan agar kondisi organ reproduksi dapat diketahui secara lebih jelas. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar gangguan dapat segera ditangani sebelum semakin berat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....