Stroke Bisa Dicegah, Masyarakat Diimbau Kenali Tanda-Tandanya

  • 26 Jun 2026 04:40 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun — Stroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan cepat.

Apabila tidak segera ditangani, stroke dapat menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kemampuan seseorang untuk bergerak dan beraktivitas, bahkan berisiko menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami tanda-tanda stroke dan faktor risiko yang dapat memicunya.

Perawat Terampil RSUD Dungus, Pujingga Dewi Astari, menyampaikan stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu atau terhenti sehingga jaringan otak tidak mendapatkan pasokan oksigen dan nutrisi yang cukup.

"Apabila tidak segera ditangani, stroke berpotensi menimbulkan kecacatan permanen hingga kematian," ujarnya dalam penyuluhan kesehatan bertema Cegah Stroke Sejak Dini di RSUD Dungus, Selasa 23 Juni 2026.

Pujingga menjelaskan sejumlah faktor risiko stroke sebenarnya dapat dikendalikan melalui pola hidup sehat. Hipertensi, diabetes melitus, dan kolesterol tinggi menjadi faktor yang paling sering ditemukan pada penderita stroke. Risiko juga meningkat pada perokok, orang yang kurang beraktivitas fisik, mengalami obesitas, maupun stres yang tidak terkelola dengan baik.

Selain itu, terdapat faktor yang tidak dapat diubah, seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga.

Masyarakat juga perlu mengenali gejala stroke agar dapat segera mencari pertolongan medis.

Gejala yang perlu diwaspadai antara lain wajah tampak mencong atau senyum tidak simetris, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, gangguan penglihatan yang muncul mendadak, kebas atau kesemutan, sakit kepala hebat secara tiba-tiba, gangguan keseimbangan, hingga bicara pelo atau sulit dipahami.

"Apabila gejala tersebut muncul, masyarakat diimbau untuk segera membawa pasien ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan secepat mungkin," katanya.

Pujingga menjelaskan bahwa risiko stroke dapat ditekan melalui penerapan perilaku hidup sehat. Salah satunya dengan menerapkan pola hidup CERDIK, yakni melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, menghindari asap rokok, rajin beraktivitas fisik, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, beristirahat cukup, dan mengelola stres dengan baik.

Langkah tersebut dinilai penting karena sebagian besar faktor risiko stroke berkaitan dengan kondisi kesehatan yang dapat dikendalikan sejak dini.

"Stroke dapat dicegah. Semakin dini faktor risiko dikendalikan dan gejalanya dikenali, semakin besar pula peluang untuk hidup sehat dan terhindar dari kecacatan akibat stroke," ujar Pujingga.

Edukasi mengenai pencegahan stroke menjadi penting mengingat penyakit ini sering datang tanpa peringatan yang jelas. Dengan mengenali gejala lebih awal dan segera mencari pertolongan medis, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk mengurangi dampak yang ditimbulkan akibat stroke.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....