Dinkes Madiun Tekan Risiko Bahaya Biologi lewat Edukasi Kebersihan Pangan

  • 03 Mei 2026 13:27 WIB
  •  Madiun

RRI Madiun — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai bahaya pangan. Salah satunya bahaya biologi yang berasal dari mikroorganisme yang tidak terlihat secara kasat mata.

Penyuluh Kesehatan Masyarakat Ahli Muda Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Diana Novitasari, menyampaikan pencegahan dapat dilakukan melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Salah satunya dengan mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menjamah makanan.

“Kalau kita jajan ataupun para penjamah makanan yang mengolah itu, sebelum produksi seyogyanya cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Diana menyebut, bahaya biologi juga dapat terjadi akibat kontaminasi silang dari peralatan yang tidak bersih saat proses pengolahan makanan.

Sementara itu, Penyuluh Obat dan Makanan Dinkes Kabupaten Madiun, Denik Prasetyawati, menyampaikan mencuci bahan pangan dengan air mengalir dapat membantu mengurangi risiko bahaya biologi. Namun, cara pencucian perlu disesuaikan dengan jenis konsumsi.

Jika bahan makanan akan dimasak, pencucian dapat dilakukan dengan air mengalir dari keran. Namun jika akan dikonsumsi langsung, seperti buah atau lalapan, sebaiknya dibilas menggunakan air dengan kualitas air minum.

Denik menjelaskan bahwa air yang tidak memenuhi standar air minum tidak layak langsung dikonsumsi.

“Air mentah kan sebenarnya tidak bisa langsung kita minum. Misalnya kita mencucinya pakai air mentah mengalir terus langsung kita konsumsi, berarti sama aja kita seperti mengonsumsi air mentah. Padahal air mentahnya memang sebetulnya bukan kualitas air minum. Tapi kalau sudah kita bilas dengan air yang kualitasnya air minum, itu memang mengurangi,” jelas Denik.

Denik juga mengimbau para penjual makanan untuk memastikan proses pengolahan sesuai standar keamanan pangan, seperti menggunakan celemek, mencuci tangan, tidak berkuku panjang, tidak menggunakan perhiasan saat memasak, serta menutup makanan saat penyajian.

Selain kebersihan tangan, Denik mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan masa simpan makanan matang, terutama olahan daging dan telur. Jika berada pada suhu ruang lebih dari empat jam, makanan disarankan dipanaskan kembali karena potensi pertumbuhan bakteri meningkat.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengonsumsi roti yang sudah berjamur, meskipun bagian yang terlihat jamurnya telah dibuang, karena makanan tersebut sudah terkontaminasi.

Dengan menjaga kebersihan dalam pengolahan maupun konsumsi makanan, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko bahaya biologi pada pangan.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....