Benarkah Kurang Minum Air Putih jadi Penyebab Utama Batu Ginjal?

  • 29 Mei 2026 20:23 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Batu ginjal menjadi salah satu gangguan kesehatan yang cukup sering dialami masyarakat. Penyakit ini terjadi ketika zat-zat mineral dan garam dalam urine mengendap, lalu membentuk kristal keras menyerupai batu di dalam ginjal atau saluran kkemih

Banyak orang mengira batu ginjal hanya disebabkan karena kurang minum air putih. Padahal, faktanya tidak sesederhana itu.

Kurang cairan memang menjadi salah satu faktor utama, tetapi ada banyak penyebab lain yang turut memicu terbentuknya batu ginjal. Mengutip laman Mayo Clinic, urine mengandung mineral, asam, dan zat lain seperti kalsium, natrium, oksalat, dan asam urat.

Bila jumlah partikel zat-zat tersebut terlalu banyak, sedangkan cairan dalam urine terlalu sedikit, partikel tersebut dapat saling menempel hingga membentuk kristal atau batu. Batu ginjal sendiri tak bisa terbentuk begitu saja, sebab batu ini terbentuk secara perlahan selama berbulan-bulan bahkan bisa bertahun-tahun.

Sederhananya, batu ginjal muncul ketika zat sisa di dalam urine mengendap dan mengeras. Kondisi tersebut kemudian membentuk batu kecil yang bisa menimbulkan rasa nyeri saat bergerak di saluran kemih.

Kurang Minum Air Putih Memang Berpengaruh

Saat tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat. Kondisi ini membuat mineral seperti kalsium, oksalat, dan asam urat lebih mudah mengendap dan membentuk kristal.

Jika terus menumpuk, kristal tersebut dapat berkembang menjadi batu ginjal. Karena itu, dokter umumnya menyarankan orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan cairan harian agar produksi urine tetap cukup dan membantu membuang zat sisa dari tubuh.

Pola Makan Juga Bisa Jadi Pemicu

Selain kurang minum, pola makan memiliki pengaruh besar terhadap risiko batu ginjal. Konsumsi makanan tinggi garam dapat meningkatkan kadar kalsium dalam urine.

Sementara makanan tinggi oksalat seperti bayam, cokelat, teh, dan kacang-kacangan juga dapat memicu pembentukan batu tertentu. Terlalu banyak mengonsumsi protein hewani seperti daging merah dan jeroan juga bisa meningkatkan kadar asam urat yang berisiko membentuk batu ginjal.

Di sisi lain, terlalu sering minum minuman manis dan bersoda juga dikaitkan dengan meningkatnya risiko gangguan ginjal.

Faktor Genetik dan Penyakit Tertentu

Batu ginjal juga dapat dipengaruhi faktor keturunan. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami batu ginjal, risiko seseorang terkena penyakit serupa bisa lebih tinggi.

Beberapa kondisi medis juga dapat memicu pembentukan batu ginjal, seperti:

  • infeksi saluran kemih,
  • obesitas,
  • diabetes,
  • asam urat,
  • gangguan pencernaan,
  • hingga gangguan metabolisme tertentu.

Selain itu, penggunaan suplemen kalsium atau vitamin C berlebihan tanpa pengawasan juga dapat meningkatkan risiko pada sebagian orang.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Batu ginjal berukuran kecil terkadang tidak menimbulkan gejala. Namun ketika ukurannya membesar atau menyumbat saluran kemih, penderita bisa mengalami:

  • nyeri hebat di pinggang atau perut bagian bawah,
  • nyeri saat buang air kecil,
  • urine berdarah,
  • mual dan muntah,
  • serta anyang-anyangan.

Jika disertai demam atau sulit buang air kecil, kondisi tersebut perlu segera mendapatkan penanganan medis.

Cara Mencegah Batu Ginjal

Pencegahan batu ginjal dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, antara lain:

  • minum air putih yang cukup setiap hari,
  • mengurangi konsumsi garam berlebihan,
  • membatasi makanan tinggi oksalat dan purin,
  • menjaga berat badan ideal,
  • serta rutin berolahraga.

Dokter juga menyarankan untuk tidak sembarangan mengonsumsi suplemen tanpa konsultasi, terutama bagi yang memiliki riwayat batu ginjal.

Jadi, batu ginjal memang bisa dipicu karena kurang minum air putih, tetapi penyebabnya tidak hanya itu saja. Pola makan, gaya hidup, kondisi kesehatan, hingga faktor genetik juga memiliki peran penting dalam pembentukan batu ginjal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....