Apakah Prediabetes Bisa Kembali Normal? Ini Penjelasan Dokter
- 12 Mei 2026 10:27 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Prediabetes merupakan kondisi ketika kadar gula darah mulai meningkat tetapi belum masuk kategori diabetes. Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS DKT Madiun, dr. Arindra, mengatakan kondisi tersebut merupakan tanda peringatan (warning sign) bagi seseorang sebelum seseorang terkena diabetes.
Arindra menjelaskan bahwa diagnosis prediabetes salah satunya menggunakan pemeriksaan HbA1C yang menggambarkan rata-rata gula darah dalam tiga bulan terakhir. dr. Arindra menyebut seseorang dikategorikan prediabetes, apabila hasil HbA1C berada pada kisaran 5,7 sampai 6,4 persen. Selain itu, hasil kadar gula darah puasa menunjukkan angka antara 100 sampai 125 mg/dL, serta gula darah sesaat pada kisaran 140 sampai 199 mg/dL.
"Kalau ada tiga kategori itu tadi bisa dikatakan seseorang terkena prediabetes," ujarnya dalam dialog kesehatan bersama Pro 1 RRI Madiun, Senin 11 Mei 2026.
Arindra menjelaskan fase prediabetes masih dapat kembali menjadi normal apabila seseorang mulai memperbaiki pola hidupnya sejak dini. "Prediabetes itu bisa kembali normal tapi harus hidup sehat, pola hidupnya harus baik, makan diet seimbang, olahraga, aktivitas fisik dan lain-lain," ujarnya.
Apabila kondisi prediabetes tidak tertangani, maka akan berisiko berkembang ke tahap diabetes tipe 2. Sebagai upaya deteksi dini, dr. Arindra menyarankan masyarakat terutama yang berusia di atas 40 tahun untuk memeriksakan gula darah secara berkala per enam bulan atau satu tahun sekali.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memeriksakan diri jika merasakan gejala diabetes. Dijelaskan gejala klasik diabetes seperti sering haus, sering lapar, dan sering buang air kecil. Selain itu, gejala seperti berat badan turun tiba-tiba, cepat lelah, sering kesemutan, penglihatan kabur, hingga luka yang sulit sembuh juga perlu diwaspadai sebagai tanda diabetes.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....