Menggelengkan Kepala untuk Mengurangi Kesemutan, Benarkah Efektif?

  • 07 Mei 2026 09:43 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kesemutan menjadi sensasi yang hampir pernah dialami semua orang. Rasa seperti ditusuk jarum kecil, kebas, atau mati rasa biasanya muncul ketika tangan atau kaki terlalu lama berada dalam posisi tertentu.

Banyak orang langsung menggoyangkan tangan atau memijat area yang terasa kesemutan. Namun, ada kebiasaan unik lain yang cukup sering dilakukan tanpa sadar, yakni menggelengkan kepala.

Sekilas, gerakan ini tampak tidak berhubungan dengan kesemutan di tangan atau kaki. Akan tetapi, beberapa orang merasa sensasi kesemutan perlahan berkurang setelah kepala digerakkan ke kanan dan kiri.

Fenomena ini ternyata berkaitan dengan sistem saraf dan aliran darah dalam tubuh. Kesemutan atau parestesia umumnya terjadi karena adanya tekanan pada saraf atau aliran darah yang terhambat sementara.

Ketika posisi tubuh berubah, tekanan tersebut mulai berkurang sehingga saraf kembali bekerja normal. Menggelengkan kepala dapat membantu tubuh lebih rileks dan merangsang pergerakan otot leher yang terhubung dengan jaringan saraf di sekitar bahu dan lengan.

Pada beberapa kasus ringan, gerakan ini membantu mempercepat rasa nyaman kembali. Leher sendiri merupakan jalur penting bagi saraf yang menghubungkan otak dengan anggota tubuh.

Saat otot leher tegang akibat terlalu lama duduk atau menunduk, aliran sinyal saraf bisa terasa kurang optimal. Gerakan sederhana seperti menoleh atau menggeleng perlahan dapat membantu mengurangi ketegangan otot tersebut.

Dalam jurnal Jurnal Kesehatan Andalas dijelaskan bahwa gangguan pada saraf perifer dan sirkulasi darah dapat memunculkan sensasi kesemutan sementara pada anggota tubuh. Perubahan posisi tubuh dan peregangan ringan dinilai dapat membantu mengurangi keluhan tersebut.

Meski begitu, menggelengkan kepala bukan berarti menjadi obat instan untuk semua jenis kesemutan. Jika kesemutan muncul terlalu sering, berlangsung lama, atau disertai nyeri dan kelemahan otot, kondisi itu bisa menjadi tanda gangguan kesehatan lain seperti saraf terjepit, diabetes, atau masalah sirkulasi yang lebih serius.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....