Mengunyah Permen Karet: Cara Sederhana Meredam Overthinking
- 24 Apr 2026 10:11 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Di tengah ritme hidup yang serba cepat, overthinking menjadi penyakit modern yang diam-diam menggerogoti kesehatan mental. Pikiran yang berputar tanpa henti, memikirkan skenario terburuk, atau mengulang kejadian masa lalu bisa membuat seseorang kelelahan secara emosional. Menariknya, solusi untuk meredam kondisi ini tidak selalu harus rumit. Salah satu cara sederhana yang mulai mendapat perhatian adalah… mengunyah permen karet.
Aktivitas yang tampak sepele ini ternyata memiliki efek yang cukup signifikan terhadap otak. Ketika seseorang mengunyah, terjadi stimulasi pada area otak yang berhubungan dengan fokus dan regulasi stres. Gerakan ritmis pada rahang juga memberikan efek menenangkan, mirip seperti teknik grounding yang sering digunakan dalam terapi kecemasan.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet dapat membantu menurunkan kadar hormon stres, seperti kortisol. Selain itu, aktivitas ini juga dapat meningkatkan aliran darah ke otak, yang berkontribusi pada peningkatan konsentrasi dan kejernihan berpikir. Dengan kata lain, pikiran yang tadinya ramai perlahan bisa menjadi lebih terarah.
Sebuah jurnal psikologi bahkan mencatat:
"Mengunyah permen karet secara signifikan berkaitan dengan penurunan tingkat kecemasan dan peningkatan kewaspadaan, yang pada akhirnya membantu mengurangi kecenderungan berpikir berlebihan pada individu" (Jurnal Psikologi Kognitif, 2013).
| Baca juga: Apakah Bahaya jika Terlalu Banyak Sendawa? |
Fenomena ini bisa dijelaskan secara sederhana. Saat otak fokus pada aktivitas fisik ringan seperti mengunyah, ruang untuk pikiran negatif menjadi berkurang. Ini membantu memutus siklus overthinking yang sering kali muncul tanpa disadari. Selain itu, sensasi repetitif dari mengunyah juga memberikan efek distraksi yang sehat, mengalihkan perhatian dari pikiran yang mengganggu.
Namun, tentu saja mengunyah permen karet bukanlah solusi tunggal. Ia lebih tepat disebut sebagai alat bantu cepat yang bisa digunakan di sela aktivitas, misalnya saat bekerja, belajar, atau ketika pikiran mulai terasa terlalu penuh. Dipadukan dengan kebiasaan lain seperti olahraga ringan, tidur cukup, dan manajemen stres yang baik, efeknya bisa menjadi lebih optimal.
RA
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....