Psikolog Soroti Tantangan Hidup Sandwich Generation

  • 19 Apr 2026 21:10 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun: Fenomena sandwich generation menjadi tantangan yang semakin kompleks di tengah masyarakat Indonesia. Individu di usia produktif kini dihadapkan pada tanggung jawab ganda, yakni memenuhi kebutuhan keluarga inti sekaligus merawat orang tua, yang berdampak pada tekanan hidup yang berlapis.

Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi sandwich generation tidak hanya bersifat finansial, tetapi juga mencakup aspek emosional dan sosial.

“Mereka berada di posisi yang serba menuntut, sehingga sering kali harus mengorbankan kebutuhan pribadi demi keluarga,” ujarnya, Jum'at (17/4/2026).

Menurut Andi, tekanan finansial menjadi salah satu beban paling nyata. Kebutuhan biaya hidup, pendidikan anak, serta perawatan orang tua sering kali harus ditanggung dalam waktu bersamaan, sehingga menimbulkan stres berkepanjangan.

“Jika tidak dikelola dengan baik, kondisi ini bisa memicu kecemasan dan rasa tertekan yang terus-menerus,” jelasnya.

Selain itu, keterbatasan waktu juga menjadi tantangan tersendiri. Individu harus membagi perhatian antara pekerjaan, pasangan, anak, dan orang tua, yang tidak jarang menimbulkan kelelahan fisik maupun mental.

Ia menambahkan, konflik batin juga kerap muncul ketika individu merasa tidak mampu memenuhi semua peran secara maksimal. Perasaan bersalah dan tuntutan sosial membuat beban psikologis semakin berat.

“Banyak yang merasa kurang sebagai anak, pasangan, atau orang tua. Padahal, kondisi ini memang tidak mudah untuk dijalani,” tambah Andi.

Di sisi lain, kurangnya dukungan sosial dapat memperparah keadaan. Tidak sedikit individu yang merasa harus menghadapi semuanya sendiri tanpa adanya pembagian peran yang jelas dalam keluarga.

Untuk itu, Andi menekankan pentingnya komunikasi terbuka, perencanaan keuangan yang matang, serta kemampuan menetapkan batasan diri. Ia juga menyarankan agar individu tetap menjaga kesehatan mental dan tidak ragu mencari dukungan dari lingkungan sekitar.

“Menjalani peran ini perlu keseimbangan. Jangan sampai tanggung jawab mengorbankan kesejahteraan diri sendiri,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....