Risiko Penggunaan Obat Skabies bila Tidak Sesuai Anjuran
- 12 Apr 2026 14:06 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Pengobatan skabies tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Penggunaan obat yang tidak sesuai aturan justru berisiko menimbulkan efek samping pada kulit.
Dokter Internship di Puskesmas Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun, Christina Pretaliana atau dr. Tata, menjelaskan bahwa penanganan skabies umumnya melibatkan obat oles maupun obat minum, yang disesuaikan dengan kondisi pasien.
Menurutnya, obat oles skabies biasanya mengandung bahan aktif permethrin yang berfungsi membunuh tungau penyebab penyakit. Namun, penggunaannya harus mengikuti petunjuk dokter, baik dari cara pengolesan hingga durasi pemakaian.
“Permethrin dioleskan ke seluruh tubuh mulai dari leher hingga ujung kaki, tetapi tidak boleh mengenai wajah. Penggunaannya cukup seminggu sekali pada malam hari sebelum tidur, karena obat ini tidak boleh terkena air. Setelah dioleskan, didiamkan selama 8 hingga 12 jam, lalu keesokan paginya baru dibersihkan. Jika gejala masih muncul, pemakaian dapat diulang seminggu berikutnya di waktu yang sama, maksimal tiga kali,” jelas dr. Tata, Senin (6/4/2026).
Ia mengingatkan, penggunaan yang berlebihan justru dapat berdampak buruk. Mengoleskan obat setiap hari, misalnya, berpotensi menyebabkan iritasi hingga luka pada kulit akibat kandungan bahan kimia di dalamnya.
"Jangan sampai nanti kita asal mengoles. Setiap hari dioles, nanti malah yang ada terjadinya sampai luka bakar atau koreng, karena ada zat kimianya. Makanya harus sesuai dengan anjuran dokter," lanjutnya.
Selain itu, dr. Tata menegaskan bahwa obat oles berbahan permethrin tidak boleh dibeli sembarangan, karena memiliki kontraindikasi, termasuk tidak dianjurkan bagi ibu hamil.
Dalam kondisi tertentu, pasien juga dapat diberikan obat minum. Antibiotik digunakan apabila terdapat infeksi akibat garukan, sementara antihistamin berfungsi membantu meredakan rasa gatal.
Namun demikian, penggunaan obat anti gatal saja tidak cukup untuk menyembuhkan skabies. Obat tersebut hanya mengurangi gejala, tanpa mengatasi penyebab utama, yakni tungau.
“Kalau hanya menggunakan obat anti gatal, gejalanya memang bisa berkurang. Tetapi tungau penyebabnya tidak dibasmi, sehingga penyakit berpotensi kambuh. Bahkan bisa menimbulkan infeksi lanjutan seperti nanah, koreng, hingga bisul,” tambahnya.
Ia pun kembali menekankan pentingnya penggunaan obat sesuai anjuran tenaga medis agar pengobatan berjalan efektif. Pengobatan juga perlu dilakukan secara bersamaan pada orang yang tinggal serumah atau satu lingkungan, untuk mencegah penularan berulang.
Selain pengobatan, masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Langkah sederhana seperti rutin mencuci dan menjemur pakaian, seprai, serta perlengkapan tidur hingga kering, bahkan menyetrikanya, dapat membantu mencegah penularan.
Menjaga daya tahan tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. Masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala skabies, seperti gatal yang muncul pada malam hari serta ruam atau bintil di sela jari maupun lipatan tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....