Faktanya, Air Es Tidak Membuat Gemuk
- 24 Mar 2026 18:19 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Sering menjadi perdebatan, air es dituding membuat lemak mengendap dan membuat seseorang menjadi cepat gemuk ketika mengkonsumsinya. Berdasarkan berbagai literatur medis dan jurnal ilmiah, anggapan bahwa air es membuat gemuk adalah mitos.
Sebuah jurnal karya Boschmann, M "Water-induced thermogenesis." The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism (2003) menunjukkan bahwa minum sekitar 500 ml air dingin dapat meningkatkan laju metabolisme sebesar 30% selama sekitar 30-40 menit.
Air putih (H2O) tidak mengandung makronutrien (karbohidrat, lemak, atau protein). Baik dalam suhu panas maupun dingin (es), kandungan kalorinya tetap nol. Penambahan berat badan hanya terjadi jika ada surplus kalori, sedangkan air es tidak menyumbang kalori sama sekali.
Beberapa penelitian justru menunjukkan hasil yang berkebalikan dengan mitos tersebut. Tubuh manusia memiliki suhu internal sekitar 37°C. Ketika Anda meminum air es, tubuh harus bekerja untuk menghangatkan air tersebut agar sesuai dengan suhu tubuh. Proses ini disebut water induced thermogenesis.
Tubuh membutuhkan energi untuk menaikkan suhu air. Untuk setiap 500 ml air es, tubuh diperkirakan membakar sekitar 17-25 kalori. Meski jumlahnya kecil dan bukan metode utama diet, ini membuktikan bahwa air es tidak menambah lemak.
Seringkali, kenaikan berat badan dikaitkan dengan minuman es karena yang dikonsumsi sebenarnya adalah minuman dengan pemanis tambahan, seperti es teh manis, es boba, atau kopi susu kekinian, es sirup atau minuman bersoda. Kandungan gula tinggi dalam campuran itulah yang menyebabkan penambahan berat badan, bukan suhu dinginnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....