Mengenal Bipolar Disorder di Kalangan Gen Z

  • 24 Mar 2026 14:41 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Isu kesehatan mental di kalangan generasi muda semakin mendapat perhatian, salah satunya terkait Bipolar Disorder. Istilah ini kerap digunakan dalam percakapan sehari-hari, namun tidak sedikit yang masih salah memahami maknanya, terutama di kalangan Gen Z.

Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa bipolar disorder merupakan gangguan suasana hati yang ditandai dengan perubahan ekstrem antara fase mania (sangat berenergi dan impulsif) dan fase depresi (sedih berkepanjangan dan kehilangan motivasi).

“Banyak yang menganggap perubahan mood biasa sebagai bipolar, padahal kondisi ini jauh lebih kompleks dan membutuhkan diagnosis profesional,” ujarnya pada Jumat 20 Maret 2026.

Menurutnya, Gen Z hidup di era dengan tekanan sosial yang cukup tinggi, mulai dari tuntutan akademik, ekspektasi karier, hingga paparan media sosial. Hal tersebut dapat memengaruhi kondisi emosional, meskipun bukan menjadi penyebab langsung bipolar.

Andi menambahkan bahwa gejala bipolar biasanya mulai terlihat pada usia remaja hingga dewasa muda. Pada fase mania, seseorang bisa merasa sangat percaya diri, sulit tidur, dan cenderung mengambil keputusan impulsif. Sementara pada fase depresi, individu bisa merasa putus asa, kehilangan minat, hingga menarik diri dari lingkungan.

Ia menegaskan bahwa penting untuk tidak melakukan self-diagnose hanya berdasarkan informasi di internet. Penanganan bipolar memerlukan evaluasi dari tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.

“Kalau merasa ada perubahan emosi yang ekstrem dan mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya segera konsultasi,” jelasnya.

Selain itu, dukungan dari lingkungan sekitar juga sangat penting. Keluarga dan teman dapat membantu dengan memberikan pemahaman, bukan justru stigma atau penilaian negatif.

Dengan meningkatnya literasi kesehatan mental, diharapkan generasi muda dapat lebih memahami kondisi seperti bipolar disorder secara tepat, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman sekaligus mendorong penanganan yang lebih dini dan efektif

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....