Psikolog Jelaskan Tren Slow Living di Kalangan Gen Z
- 22 Mei 2026 12:51 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Tren slow living semakin populer di kalangan Generasi Z sebagai respons terhadap gaya hidup serba cepat dan tekanan produktivitas di era digital. Pola hidup ini dinilai menjadi cara generasi muda untuk mencari keseimbangan hidup dan menjaga kesehatan mental.
Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa slow living merupakan gaya hidup yang menekankan kesadaran penuh dalam menjalani aktivitas sehari-hari, tanpa terburu-buru mengikuti tekanan sosial maupun tuntutan produktivitas berlebihan.
“Gen Z mulai menyadari bahwa hidup bukan hanya soal pencapaian, tetapi juga tentang menikmati proses dan menjaga kondisi diri,” ujarnya pada Jumat 22 Mei 2026.
Menurut Andi, munculnya tren slow living tidak lepas dari tingginya tekanan yang dialami generasi muda, mulai dari tuntutan akademik, karier, hingga paparan media sosial yang terus-menerus menampilkan standar kesuksesan tertentu.
“Banyak anak muda merasa lelah karena terus membandingkan diri dengan orang lain. Slow living hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya serba cepat itu,” jelasnya.
Ia menambahkan, gaya hidup ini biasanya diwujudkan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengurangi aktivitas berlebihan, menikmati waktu istirahat, membatasi penggunaan media sosial, hingga lebih fokus pada kualitas hidup dibanding validasi sosial.
Dari sisi psikologis, slow living dinilai dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesadaran diri (self-awareness). Individu menjadi lebih mampu memahami kebutuhan emosionalnya dan tidak mudah terdorong oleh tekanan eksternal.
“Ketika seseorang hidup lebih sadar dan tidak terus-menerus terburu-buru, tingkat kecemasan juga bisa lebih terkendali,” tambah Andi.
Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa slow living bukan berarti kehilangan ambisi atau menjadi tidak produktif. Menurutnya, konsep ini lebih menekankan pada keseimbangan dan kemampuan mengatur ritme hidup yang sehat.
“Slow living bukan malas, tetapi memahami kapan harus bergerak dan kapan perlu berhenti sejenak,” tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....