Tanda Gejala Anxiety Menurut Psikolog?
- 28 Feb 2026 16:55 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Rasa cemas adalah hal yang wajar dialami setiap orang, terutama saat menghadapi ujian, wawancara kerja, atau situasi baru. Namun, ketika rasa cemas muncul berlebihan, berlangsung lama, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi tersebut dapat mengarah pada gangguan anxiety.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa gejala anxiety tidak hanya muncul secara emosional, tetapi juga fisik dan perilaku.
“Cemas yang normal biasanya sementara. Tetapi pada gangguan anxiety, rasa khawatir terasa intens, sulit dikendalikan, dan muncul hampir setiap hari,” ujarnya, Rabu 25 Februari 2026.
Secara emosional, gejala yang sering muncul antara lain perasaan gelisah, tegang, mudah panik, serta pikiran yang dipenuhi kekhawatiran berlebihan terhadap hal-hal yang belum tentu terjadi. Penderitanya kerap merasa seolah-olah akan terjadi sesuatu yang buruk.
Dari sisi fisik, anxiety dapat memicu jantung berdebar lebih cepat, napas terasa pendek, keringat berlebih, gemetar, sakit kepala, hingga gangguan pencernaan.
“Tubuh merespons kecemasan seperti sedang menghadapi ancaman, padahal situasinya belum tentu berbahaya,” jelas Andi.
Selain itu, gejala juga dapat terlihat dari perubahan perilaku. Seseorang dengan anxiety cenderung menghindari situasi tertentu, sulit berkonsentrasi, mudah lelah, serta mengalami gangguan tidur seperti sulit terlelap atau sering terbangun di malam hari.
Andi menegaskan bahwa penting untuk membedakan antara rasa cemas biasa dan gangguan anxiety. Jika gejala berlangsung selama beberapa minggu atau bulan dan mengganggu sekolah, pekerjaan, maupun hubungan sosial, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan profesional.
Ia juga menyarankan langkah sederhana untuk membantu meredakan kecemasan, seperti latihan pernapasan, membatasi konsumsi kafein, menjaga pola tidur, serta berbicara dengan orang yang dipercaya. Namun, jika keluhan menetap, pendampingan psikolog sangat dianjurkan.
Dengan mengenali gejala anxiety sejak dini, masyarakat diharapkan lebih peka terhadap kondisi diri sendiri maupun orang di sekitar, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....