Ini Perbedaan Depresi dan Anxiety Menurut Psikolog
- 28 Feb 2026 16:52 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Istilah depresi dan anxiety (kecemasan) kerap digunakan secara bergantian di tengah masyarakat. Padahal, keduanya merupakan kondisi psikologis yang berbeda, meskipun sama-sama berkaitan dengan kesehatan mental.
Pemahaman yang tepat dinilai penting agar seseorang tidak salah mengenali gejala yang dialami. Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan bahwa depresi umumnya ditandai dengan perasaan sedih mendalam, kehilangan minat, serta penurunan energi dalam jangka waktu tertentu.
“Depresi membuat seseorang merasa hampa, tidak bersemangat, dan kehilangan motivasi untuk melakukan aktivitas yang sebelumnya disukai,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Sementara itu, anxiety atau gangguan kecemasan lebih berkaitan dengan rasa khawatir berlebihan terhadap sesuatu yang belum tentu terjadi. Penderitanya sering merasakan gelisah, tegang, dan sulit merasa tenang.
“Kalau depresi cenderung membuat energi turun, anxiety justru membuat tubuh dan pikiran terasa tegang terus-menerus,” jelas Andi.
Dari sisi emosional, depresi lebih dominan pada perasaan putus asa dan rendah diri. Sedangkan anxiety sering ditandai pikiran yang dipenuhi skenario buruk atau ketakutan terhadap masa depan.
"Meski demikian, keduanya bisa muncul bersamaan pada satu individu," tambahnya.
Secara fisik, depresi dapat memengaruhi pola tidur dan nafsu makan, baik meningkat maupun menurun. Anxiety juga memiliki gejala fisik seperti jantung berdebar, keringat berlebih, atau sulit bernapas ketika rasa cemas memuncak.
Andi menekankan bahwa perasaan sedih atau cemas sesekali adalah hal yang wajar. Namun, jika gejala berlangsung lama, mengganggu aktivitas harian, serta memengaruhi fungsi sosial dan pekerjaan, maka diperlukan perhatian khusus.
“Langkah awal yang bisa dilakukan adalah berbicara dengan orang terpercaya dan mencari bantuan profesional jika diperlukan. Konsultasi dengan psikolog membantu seseorang memahami kondisinya secara lebih objektif,” ungkapnya.
Dengan memahami perbedaan depresi dan anxiety, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengenali kondisi diri maupun orang di sekitarnya. Edukasi yang tepat menjadi kunci untuk mendorong penanganan yang lebih dini dan mencegah dampak yang lebih serius
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....