Benarkah Gen Z Aware Kesehatan Mental?

  • 28 Feb 2026 16:50 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Isu kesehatan mental semakin sering diperbincangkan di kalangan Generasi Z. Mulai dari istilah healing, self care, hingga burnout kerap muncul di media sosial dan percakapan sehari-hari. Namun, benarkah Gen Z sudah benar-benar sadar dan peduli terhadap kesehatan mental, atau sekadar mengikuti tren?

Psikolog Andi Cahyadi menilai bahwa Generasi Z memiliki tingkat kesadaran yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya dalam hal kesehatan mental.

“Gen Z tumbuh di era keterbukaan informasi. Mereka lebih mudah mengakses edukasi tentang psikologi, sehingga lebih peka terhadap isu kecemasan, stres, dan depresi,” ujarnya Rabu, 25 Februari 2026.

Menurut Andi, salah satu indikator meningkatnya kesadaran tersebut adalah keberanian untuk mencari bantuan profesional. Kini, konsultasi psikolog tidak lagi dianggap tabu. Banyak anak muda yang secara terbuka membagikan pengalaman terapi atau konseling sebagai bentuk normalisasi kesehatan mental.

Namun demikian, Andi mengingatkan bahwa tidak semua bentuk perhatian terhadap mental health menunjukkan pemahaman yang utuh.

“Ada kalanya istilah psikologis digunakan secara berlebihan tanpa pemahaman mendalam. Misalnya, sedikit stres langsung disebut depresi, atau lelah sesaat dianggap burnout,” jelasnya.

Fenomena ini, lanjut Andi, tidak sepenuhnya negatif. Setidaknya, Gen Z mulai terbiasa membicarakan perasaan dan kondisi psikologisnya. Tantangannya adalah memastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang valid dan tidak sekadar konten viral di media sosial.

Di sisi lain, tekanan sosial di era digital juga menjadi faktor penting. Paparan media sosial, perbandingan pencapaian, hingga standar kehidupan yang terlihat sempurna kerap memicu kecemasan. Hal ini membuat isu kesehatan mental semakin relevan bagi generasi muda.

Andi menekankan bahwa kesadaran sejati bukan hanya soal membicarakan mental health, tetapi juga menerapkan pola hidup sehat.

“Mengatur waktu istirahat, membatasi penggunaan gawai, menjaga relasi yang sehat, serta berani meminta bantuan saat diperlukan adalah bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan mental,” katanya.

Andi berharap kesadaran yang sudah tumbuh di kalangan Gen Z dapat terus diarahkan secara positif melalui edukasi yang tepat. Dengan pemahaman yang benar, Generasi Z tidak hanya sekadar aware, tetapi juga mampu menjaga dan merawat kesehatan mentalnya secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....