Sehat Berpuasa untuk Diabetes
- 20 Feb 2026 10:58 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun – Berpuasa dibulan ramadan wajib dilaksanakan oleh semua umat muslim yang sudah mukallaf. Namun, ada rukhsah bagi beberapa orang dengan kondisi tertentu. Seperti seseorang yang dalam perjalanan jauh, orangtua atau lansia, ibu hamil dan menyusui dan juga orang yag sedang sakit. Tak terkecuali orang yang sedang menderita penyakit diabetes. Puasa bisa saja menjadi lebih parah jika tetap dilakukan.
“Kalau kita kembalikan manfaat puasa sangat baik. Baik pasien sehat maupun sakit. Puasa punya manfaat menurunkan tekanan darah dan gula. Penyandang diabetes boleh berpuasa akan tentu harus konsultasi dengan dokter yang menanganinya dan meberinya obat yang dikonsumsi seumur hidup”. Dikatakan dr.Pertiwi Rosanti,Sp.PD. yang merupakan Dokter Spesialis Penyakit Dalam / IDI Cabang Madiun saat menjadi narasumber acara Indonesia Sehat Pro 1 RRI Madiun, Jumat 20 Februari 2026.
Diabetes sendiri merupakan penyakit kronis yang memerlukan perhatian serius. Diabetes sering disebut juga penyakit gula darah tinggi, kencing manis, atau sakit gula. Diabetes ditandai dengan adanya peningkatan kadar glukosa darah melebihi batas normal. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak lagi dapat secara efektif mengangkut glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk digunakan sebagai sumber energi. Akibatnya, terjadi penumpukan glukosa dalam aliran darah.
Seperti diketahui ada beberapa type diabetes.
Diabetes Tipe 1: Sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas, sehingga tubuh tidak menghasilkan insulin. Umumnya terjadi pada anak-anak atau remaja dan membutuhkan suntikan insulin seumur hidup. Hal ini terjadi karena bawaan sejak lahir.
Diabetes Tipe 2: Sel-sel tubuh kurang sensitif terhadap insulin (resistensi insulin), sering dikaitkan dengan pola hidup tidak sehat, obesitas, dan usia dewasa.
Diabetes Gestasional: Tipe diabetes yang muncul hanya selama kehamilan, seringkali hilang setelah melahirkan.
Diabetes Tipe 3 (Alzheimer): Kondisi di mana diabetes memengaruhi otak, sering dikaitkan dengan penyakit Alzheimer.
Diabetes Tipe 5 (Malnutrition-related): Terkait malnutrisi energi dan protein kronis yang merusak fungsi pankreas, sering terjadi pada remaja/dewasa muda dengan gizi buruk.
Gejala dini penderita diabetes sebagai deteksi dini adalah seringnya buang air kecil saat malam hari. Bisa 3 sampai 4 kali sdalam semalam. Berat badan yang sulit naik meskipun makan sudah banyak. Serta penurunan berat badan yang drastis. Juga seringnya merasa lapar dalam keseharian.
Semua type diabetes bisa megalami kejadian hypoglikemi yakni episode gula darah kurang dari 70 mg/DL. Hal ini dikarenakan kesalahan dalam penggunaan atau konsumsi obat. Seperti konsumsi obat tanpa diserta makan terlebih dahulu. Dalam kondisi seperti ini, dr.Santi menyarankan untuk tetap konsultasi dengan dokternya.
Diakhir dialog, dr. Santi mengatakan bahwa penderita diabetes type berapapun boleh melaksanakan ibadah puasa. Akan tetapi harus berkonsultasi kepada dokter atau nakes. Konsultasi idealnya sebulan sebelum Ramadan utnuk menentukan obat yang dikonsumsi selama berpuasa. Perlu adanya penjadwalan konsumsi-konsumsi makanan dengan terencana dan teratur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....