Gejala Awal Kanker pada Anak

  • 12 Feb 2026 13:55 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun- Kanker, masih menjadi penyakit yang ditakuti oleh masyarakat. Namun, penyakit kanker akan mudah dicegah apabila masyarakat menjalani pola hidup sehat dan baik. Kanker, tidak hanya berpotensi pada orang dewasa saja melainkan bisa terjadi pada anak-anak. Kanker pada anak sering kali sulit terdeteksi sejak awal karena gejalanya kerap menyerupai penyakit umum lainnya. Padahal, deteksi dini menjadi kunci penting dalam meningkatkan peluang kesembuhan. Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi-Onkologi Anak RSAB Harapan Kita, dr. Fajar Subroto, Sp.A(K), mengingatkan para orang tua untuk lebih peka terhadap perubahan kondisi kesehatan anak yang tidak biasa dan berlangsung lama.

Menurut dr. Fajar, kanker pada anak berbeda dengan kanker pada orang dewasa. Pada anak, kanker umumnya bukan disebabkan oleh gaya hidup, melainkan lebih sering berkaitan dengan faktor genetik atau gangguan pada pertumbuhan sel sejak dini. “Sebagian besar kanker pada anak tidak bisa dicegah karena bukan dipicu pola makan atau kebiasaan tertentu. Namun, yang sangat penting adalah mengenali gejala awalnya agar tidak terlambat ditangani,” ujar dr. Fajar saat menajdi narasumber live instagram Kemenkes RI, Kamis (12/2/2026).

Dr. Fajar menjelaskan, ada sejumlah tanda yang perlu diwaspadai orang tua. Salah satu yang paling umum adalah demam berkepanjangan tanpa sebab yang jelas. “Jika anak mengalami demam lebih dari dua minggu tanpa sumber infeksi yang pasti, disertai lemas atau pucat, sebaiknya segera diperiksakan lebih lanjut,” jelasnya. Selain itu, beberapa gejala lain yang perlu menjadi perhatian antara lain memar tanpa benturan keras, benjolan yang tidka nyeri dan terus membesar, penurunan berat badan drastis tanpa sebab, dan gejala lainnya.

Dr. Fajar menjelaskan, beberapa gejala awal kanker pada anak sering kali tidak spesifik. Misalnya, demam berkepanjangan tanpa sebab yang jelas, anak tampak pucat, mudah lelah, atau mengalami penurunan berat badan drastis. “Orang tua perlu waspada jika anak mengalami demam lebih dari dua minggu tanpa penyebab yang pasti, atau muncul memar dan perdarahan yang tidak wajar,” jelasnya.

Pada kasus leukemia, yang merupakan jenis kanker anak paling sering ditemukan, gejala dapat berupa pucat, mimisan berulang, gusi berdarah, nyeri tulang, hingga pembengkakan kelenjar getah bening. Sementara itu, untuk kanker padat seperti tumor otak, gejalanya bisa berupa sakit kepala hebat terutama di pagi hari, muntah tanpa diawali mual, gangguan penglihatan, atau kejang. Sedangkan kanker mata (retinoblastoma) sering ditandai dengan munculnya pantulan putih pada pupil mata saat terkena cahaya.

Dr. Fajar juga mengingatkan agar orang tua tidak mengabaikan benjolan yang muncul di tubuh anak. “Jika terdapat benjolan yang tidak nyeri namun terus membesar dalam waktu singkat, segera periksakan ke dokter. Deteksi dini sangat menentukan keberhasilan terapi,” tegasnya. Pembengkakan perut yang tidak wajar, nyeri tulang yang menetap, atau anak yang tiba-tiba pincang tanpa riwayat cedera juga patut dicurigai sebagai gejala kanker tulang atau tumor pada organ dalam.

Selain pengobatan medis, dukungan emosional dari keluarga memegang peranan penting dalam proses penyembuhan anak. Dr. Fajar menuturkan bahwa kepatuhan menjalani terapi, nutrisi yang baik, serta kondisi psikologis yang stabil dapat membantu meningkatkan keberhasilan pengobatan. “Kanker pada anak bukan vonis akhir. Dengan deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan dukungan penuh dari keluarga, peluang sembuh sangat terbuka,” pungkas dr. Fajar. Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran terhadap gejala awal kanker pada anak dan tidak ragu berkonsultasi ke fasilitas kesehatan apabila menemukan tanda-tanda mencurigakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....