Pengertian Gaslighting Menurut Psikolog
- 31 Jan 2026 02:28 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Gaslighting merupakan salah satu bentuk kekerasan emosional yang kerap terjadi dalam hubungan dekat, namun sering tidak disadari oleh korbannya. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan perilaku manipulatif yang membuat seseorang meragukan pikiran, ingatan, dan perasaannya sendiri.
Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan, gaslighting adalah teknik manipulasi psikologis di mana pelaku secara sengaja memutarbalikkan fakta atau realitas demi mengontrol korban. Perilaku ini dilakukan secara perlahan dan berulang, sehingga korban kehilangan kepercayaan pada penilaian dirinya.
“Gaslighting membuat korban merasa bingung, salah, atau berlebihan atas apa yang ia rasakan, padahal perasaannya valid,” ujar Andi, Kamis 29 Januari 2026.
Menurutnya, gaslighting sering muncul melalui kalimat-kalimat sederhana seperti ‘kamu terlalu sensitif’, ‘itu cuma perasaan kamu’, atau ‘kamu salah ingat’. Jika terus terjadi, korban akan lebih percaya pada versi pelaku dibandingkan realitas yang dialaminya sendiri.
Andi menambahkan, gaslighting bisa terjadi dalam berbagai relasi, mulai dari pasangan, pertemanan, keluarga, hingga lingkungan kerja. Karena tidak melibatkan kekerasan fisik, bentuk kekerasan ini kerap dianggap sebagai konflik biasa.
“Padahal dampaknya sangat serius. Gaslighting bisa menurunkan rasa percaya diri, memicu kecemasan, dan mengganggu kesehatan mental korban,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa hubungan yang sehat seharusnya memberi ruang aman untuk berekspresi, bukan membuat seseorang terus-menerus meragukan kewarasan dirinya sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....