Gaslighting dan Dampaknya pada Mental

  • 31 Jan 2026 02:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Gaslighting tidak hanya berdampak pada kualitas hubungan, tetapi juga berpengaruh serius terhadap kesehatan mental korban. Bentuk manipulasi emosional ini membuat seseorang perlahan kehilangan kepercayaan pada pikiran, perasaan, dan penilaiannya sendiri.

Psikolog Andi Cahyadi menjelaskan, gaslighting dapat memicu tekanan psikologis jangka panjang jika terus dibiarkan. Korban sering merasa bingung, ragu, dan tidak yakin dengan apa yang mereka rasakan, meskipun sebenarnya emosi tersebut valid.

“Dampak paling awal biasanya adalah kecemasan dan rasa bersalah berlebihan. Korban merasa semua konflik terjadi karena kesalahannya,” ujar Andi, kamis 29 Januari 2026.

Menurutnya, dalam jangka panjang gaslighting bisa menurunkan rasa percaya diri, memicu stres berkepanjangan, hingga meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental seperti depresi dan gangguan kecemasan. Korban juga cenderung menarik diri dari lingkungan sosial karena takut dianggap salah atau berlebihan.

Andi menambahkan, korban gaslighting sering mengalami kelelahan emosional. Mereka terus-menerus memikirkan ulang percakapan, kejadian, dan keputusan, karena takut salah persepsi. Kondisi ini membuat mental terkuras tanpa disadari.

“Yang berbahaya, banyak korban tidak sadar bahwa sumber masalahnya adalah relasi yang tidak sehat, bukan kepribadian mereka,” jelasnya.

Anak muda disebut menjadi kelompok yang rentan karena masih berada dalam fase pembentukan identitas diri. Ketergantungan emosional, keinginan untuk diterima, serta minimnya literasi kesehatan mental membuat gaslighting sering dianggap sebagai dinamika hubungan biasa.

Psikolog Andi Cahyadi menegaskan pentingnya mengenali dampak gaslighting sejak dini. Ia menyarankan korban untuk mulai mendengarkan kembali suara dirinya sendiri, berbicara dengan orang yang dipercaya, dan tidak ragu mencari bantuan profesional.

“Hubungan yang sehat seharusnya memberi rasa aman dan bertumbuh, bukan membuat mental tertekan dan merasa tidak berharga,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....