SAGANA, Belajar Mitigasi Bencana secara Lebih Interaktif
- 29 Sep 2026 20:23 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Belajar tentang mitigasi bencana tidak harus selalu dilakukan melalui buku teks. Dosen Unipma (Universitas PGRI Madiun) menghadirkan Platform SAGANA (Siaga Tanggap Bencana), platform pembelajaran digital yang dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar mengenali risiko bencana sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan.
Platform yang dikembangkan oleh Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si., Dr. Raras Setyo Retno, M.Pd., dan Puguh Jayadi, M.Kom memiliki sejumlah fitur yang dirancang agar pembelajaran kebencanaan lebih menarik, interaktif, dan dekat dengan kehidupan anak.
Ketua Tim Peneliti SAGANA, Dr. Wachidatul Linda Yuhanna, M.Si. mengatakan SAGANA berbeda dari media pembelajaran konvensional. Platform ini mengajak siswa belajar melalui berbagai misi, materi visual, video, tantangan, refleksi, hingga eksplorasi lingkungan.
“Kami ingin SAGANA tidak sekadar menjadi tempat menyimpan materi tentang bencana. Anak-anak diajak untuk mengeksplorasi, berpikir, mencoba, merefleksikan, dan memahami bahwa kesiapsiagaan bencana juga berkaitan erat dengan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Linda, Selasa (29/9/2026).
Salah satu tampilan utama SAGANA menghadirkan menu “Pilih Misi” yang memungkinkan siswa memilih topik sesuai jenis bencana atau isu lingkungan yang ingin dipelajari dengan berbasis game edukatif. Tersedia enam pilihan tema utama, yakni Gempa Bumi, Banjir, Tanah Longsor, Angin Kencang, Kebakaran, dan Lingkungan.
Setiap pilihan menggunakan ilustrasi visual yang ramah anak. Pendekatan tersebut diharapkan membuat siswa lebih mudah mengenali karakteristik berbagai kondisi bencana sekaligus menghubungkannya dengan lingkungan sekitar.

Salah satu fitur utama SAGANA adalah Misi Inkuiri. Fitur ini dirancang untuk mendorong siswa tidak sekadar menerima informasi, tetapi menemukan dan memahami konsep melalui proses bertanya dan mengeksplorasi.
Siswa dapat diarahkan untuk mengamati peristiwa di sekitarnya, mengidentifikasi masalah, mencari informasi, kemudian menyusun kesimpulan sederhana. Pendekatan tersebut menjadikan pembelajaran mitigasi bencana lebih dekat dengan pengalaman siswa.
“Kami menggunakan pendekatan inkuiri berbasis budaya agar siswa memiliki pengalaman belajar yang lebih bermakna. Mereka tidak hanya diberi tahu apa yang harus dilakukan saat bencana, tetapi juga diajak memahami mengapa tindakan tersebut penting,” jelas Linda.
SAGANA juga menyediakan fitur Simulasi yang menjadi ruang pembelajaran berbasis situasi. Dalam pengembangan media yang disesuaikan dengan karakteristik platform, konten audiovisual berupa video edukasi dapat digunakan untuk membantu siswa melihat gambaran situasi kebencanaan secara lebih konkret.
Video memungkinkan siswa mengamati contoh tindakan yang tepat sebelum, ketika, maupun setelah menghadapi kondisi bencana. SAGANA dilengkapi juga dengan fitur Tantangan.
Fitur ini dapat digunakan untuk memberikan aktivitas atau tugas kepada siswa setelah mempelajari materi. Tantangan dapat dikembangkan dalam bentuk pertanyaan, misi sederhana, identifikasi lingkungan, maupun aktivitas yang mendorong perilaku peduli lingkungan. Adanya platform ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan minat siswa dalam cinta lingkungan dan tanggap bencana.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....