Anak Akrab dengan Gadget, Psikolog: Inilah Konsekuensi Lahir di Era Digital
- 11 Jul 2026 10:27 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Fenomena bayi yang sudah dikenalkan dengan gadget bahkan sejak lahir semakin sering dijumpai di era digital. Mulai dari momen persalinan yang disiarkan secara langsung di media sosial hingga anak-anak yang tumbuh berdampingan dengan gawai menjadi gambaran perubahan pola kehidupan masyarakat saat ini.
Psikolog sekaligus Founder psikologanak.id dan dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun, Robik Anwar Dani, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan konsekuensi dari lahirnya generasi baru di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurut Robik, anak-anak yang lahir saat ini merupakan generasi digital atau digital native, yaitu generasi yang sejak awal kehidupannya sudah berada dalam lingkungan yang dipenuhi teknologi.
Hal ini sangat berbeda dengan generasi sebelumnya, seperti Generasi X, Baby Boomer, maupun sebagian generasi milenial yang masih mengalami masa transisi menuju era digital.
"Anak-anak yang lahir sekarang merupakan generasi asli di era digital. Mereka tumbuh di lingkungan yang memang sudah dipenuhi teknologi sehingga keberadaan gadget menjadi sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan mereka sejak dini," jelas Robik.
Ia menuturkan, kedekatan anak dengan gadget bukan semata-mata karena diajarkan oleh orang tua, melainkan karena perangkat digital telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, bayi yang baru lahir pun langsung berada di lingkungan yang dipenuhi telepon pintar, kamera, hingga media sosial.
Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu masif membuat gadget hadir hampir di setiap aktivitas keluarga. Akibatnya, anak sejak usia sangat dini telah terbiasa melihat dan berinteraksi dengan perangkat digital.
Selain perkembangan teknologi, Robik menilai pandemi Covid-19 turut mempercepat ketergantungan masyarakat terhadap gadget. Pembatasan aktivitas di luar rumah selama pandemi membuat teknologi menjadi sarana utama untuk berkomunikasi, belajar, bekerja, sekaligus mencari hiburan.
"Ketika pandemi Covid-19 terjadi, masyarakat tidak bisa bersosialisasi secara langsung. Padahal manusia adalah makhluk sosial. Akhirnya gadget menjadi media utama untuk berkomunikasi sekaligus mendapatkan hiburan," ungkapnya.
Robik menambahkan, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat penggunaan gadget semakin sulit dipisahkan dari kehidupan, termasuk bagi anak-anak.
Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendampingi penggunaan teknologi agar anak memperoleh manfaat tanpa mengalami dampak negatif dari penggunaan gadget yang berlebihan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....