SDM di Era Ekonomi Digital, Haruskah Kuasai Hard Skill dan Soft Skill?

  • 27 Agt 2026 21:16 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Perkembangan ekonomi digital turut mengubah kebutuhan dunia kerja terhadap sumber daya manusia (SDM). Kemajuan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), serta digitalisasi membuat perubahan pada jenis pekerjaan sekaligus kompetensi yang dibutuhkan tenaga kerja.

Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Madiun, Dr. Supraptiningsih, S.S., M.M., belum lama ini mengatakan SDM di era ekonomi digital tidak cukup hanya menguasai kemampuan teknis. Menurutnya, kemampuan teknis atau hard skill perlu berjalan beriringan dengan soft skill yang berasal dari kemampuan pribadi seseorang.

“Hard skill itu apa yang harus dikuasai secara teknik, contohnya kita harus bisa menguasai teknologi komputer, desain, Microsoft Office, pengolahan data, sampai advertisement,” ujar Supraptiningsih dalam Dialog Ekonomi Digital Pro 1 RRI Madiun belum lama ini.

Ia menjelaskan, kemampuan teknis tersebut perlu didukung dengan soft skill agar dapat diterapkan secara optimal dalam dunia kerja. Soft skill mencakup kemampuan menganalisis, berdiskusi, memecahkan masalah, berkomunikasi, hingga menjaga sikap dan sopan santun.

“Soft skill itu yang dimiliki oleh pribadi yang muncul dari dalam diri pribadi, contohnya kemampuan untuk menganalisa, kemampuan untuk berdiskusi, kemampuan untuk memecahkan masalah atau problem solving, kemampuan untuk berkomunikasi, dan sopan santun,” jelasnya.

Menurut Supraptiningsih, perkembangan teknologi menuntut SDM untuk terus mengikuti perubahan. Kemampuan yang dimiliki saat ini perlu terus diperbarui agar tenaga kerja dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin terdigitalisasi. Ia menekankan pentingnya membangun jiwa pembelajar. Tidak hanya pekerja muda, SDM yang sudah lebih senior juga perlu mempelajari teknologi baru agar tetap mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Jiwa pembelajar ini yang terus ditumbuhkan dan harus ada untuk bisa mengikuti perkembangan zaman. Kalau tidak, kita pasti ketinggalan,” katanya.

Supraptiningsih menambahkan, peningkatan kompetensi dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan, kursus, maupun program pengembangan keterampilan yang disediakan tempat kerja. Menurutnya, kemampuan baru dan sertifikat yang diperoleh dari pelatihan dapat menjadi pendukung bagi SDM dalam menghadapi perubahan kebutuhan pekerjaan.

Dengan demikian, kesiapan SDM menghadapi ekonomi digital tidak hanya ditentukan oleh penguasaan teknologi. Perpaduan hard skill dan soft skill, disertai kemauan untuk terus belajar, menjadi modal penting agar SDM tetap produktif dan memiliki daya saing di tengah perkembangan ekonomi digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....