Gen Z Diminta Waspada, Financial Freedom Tak Bisa Diraih lewat Jalan Instan
- 31 Jul 2026 17:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi, termasuk mengenai investasi dan pengelolaan keuangan. Namun, di balik kemudahan tersebut, Generasi Z juga dihadapkan pada maraknya konten di media sosial yang menjanjikan kekayaan dalam waktu singkat tanpa disertai penjelasan mengenai proses maupun risiko yang harus dihadapi.
Hal itu disampaikan Dosen Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Madiun, Arifiansyah Saputra, S.T., M.M., saat menjadi narasumber dalam program Ekonomi Digital Pro 1 RRI Madiun belum lama ini. Menurutnya, hampir separuh demografi Indonesia saat ini didominasi Generasi Z yang kehidupannya tidak lepas dari penggunaan gawai dan internet sehingga sangat mudah menerima berbagai informasi mengenai cara memperoleh keuntungan finansial.
"Sekarang hampir semua orang memiliki gadget, apalagi Gen Z yang hampir seluruh aktivitasnya berbasis teknologi. Ketika mencari informasi di internet, mereka sangat mudah menemukan konten tentang bagaimana menjadi kaya di usia muda atau mencapai financial freedom. Sayangnya, yang sering ditampilkan hanya hasil akhirnya, sementara proses dan risikonya jarang dijelaskan," ujarnya.
Arifiansyah mengatakan, kondisi tersebut membuat banyak anak muda cenderung tertarik mengikuti tren investasi maupun peluang bisnis yang sedang viral tanpa memahami lebih dulu tingkat risiko yang akan dihadapi. Tidak sedikit yang kemudian mengambil keputusan keuangan hanya karena melihat keberhasilan orang lain yang ditampilkan di media sosial.
Menurutnya, pola pikir seperti itu dapat membawa seseorang pada kondisi financial trap atau jebakan finansial. Keinginan memperoleh keuntungan besar dalam waktu singkat sering kali membuat seseorang mengabaikan prinsip kehati-hatian dan tidak mempertimbangkan kemampuan finansial yang dimiliki.
"Gen Z sering melihat sesuatu yang sedang hype lalu langsung dipraktikkan tanpa melihat risikonya. Padahal yang harus dipahami bukan hanya peluang keuntungannya, tetapi juga bagaimana prosesnya dan bagaimana mengelola risikonya. Jangan sampai yang dicari adalah financial freedom, tetapi justru terjebak dalam financial trap," katanya.
Ia menambahkan, kebebasan finansial tidak dapat dicapai hanya dengan mengikuti tren atau berharap memperoleh keuntungan instan. Sebaliknya, diperlukan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, kemampuan mengendalikan pengeluaran, serta keberanian mengambil keputusan investasi secara rasional berdasarkan pengetahuan yang memadai.
Melalui edukasi tersebut, Arifiansyah berharap Generasi Z semakin bijak memanfaatkan informasi digital, meningkatkan literasi keuangan, serta menjadikan setiap keputusan investasi sebagai hasil pertimbangan yang matang. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun masa depan finansial yang sehat, bukan justru menjadi penyebab munculnya jebakan keuangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....